Archive for Januari 2014
cinta yang pergi part 6
Tes…tes….tes…
Eheem….eheeem… 1…2…3… tes…
Ok semua sudah siap, apa pembaca sudah siap…. Pastinya…..,mulai di part 6 ini akan terjadi banyak konflik nih, seru,,,pastinya….apa sudah siap…….ARE YOU READI……..???? jawab donk……. ARE YOU READI…….
Lagu pembuka iu : someday
Autor prov
Hujan datang dg begitu deras bertepatan dg berakhirnya jam pelajaran di sma nusa kembang,
“huft…hujan lagi…mana nggak bawa mobil lagi….”desah shila, ia pun segera merogoh sakunya mengambil hp nya berniat menghubungi kakaknya untuk menjemputnya, tp yg di carinya tdk ada di tempat, dan ia segera mencari di tas ranselnya, tp hasilnya nihil hpnya entah kemana,
“mampus gue…..”sambil menepuk jidatnya, ia pun mengingat’’ dimana meletakkan hpnya,
“perpus….iya…disana….!!” setelah ia ingat akhirnya ia pun berlari ke perpus berharapperpus tak tutup
“untung belum tutup…”desahnya setelah tiba di perpus, karna mendung perpus pun dalam keadaan gelap dan kebetulan juga lampu padam jadi shila harus berkosentrasi mencari hpnya di ruangan yg gelap gulita ini.
“di mana sih…..?”desahnya sambil meraba’’ meja dan
“ini dia…..”desahnya setelah menemukan hpnya tp ia tiba’’ ia mendengar orang mengunci pintu dan shila pun panikkarna ia terkunci di ruang perpus sendirian dg ruangan yg gelap, apalagi ia paling takut dg kegelapan apalagi di tambah dg petir yg menyambar makin membuat shila merinding dan meneteskan airmata, hanya untuk mengecek pintu apakah beneran terkunci dia saja tak berani ia memilih duduk sambil memeluk lututnya dan menangis, ia pun memencet’’ hpnya dan menghubungi seseorang
“kakak…..angkat donk….tolong shila…..” ia mencoba menghubungi kakaknya tp tak kunjung di angkat, ia pun melihat nama kiki di layar hpnya, ia pun sedikit ragu mau menghubungi kiki karna ia masih gondok dg kiki
“bodo ach…yg penting dia bisa bantu gue…” ia segera menghubungi kiki
“halo…ada apa shil..”jawab suara dr sebrang
“kiki…tolongin gue…gue takut…hiks…hiks…hiks…”pinta shila
“loe kenapa, kok nangis…”
“kiki gue kekunci di perpus, disini gelap…gue takut….tolongin gue…..?”
“haah…. Kok bisa…”
“udah nanti aja gue jelasin, cepetan ke sini…tolongin gue please…….”
“iya…iya loe tenang…. Gue kesana sekarang ok…” shila pun menutup telfonya tak berapa lama ia mendengar suara langkah kaki mendekatinya
“kiki….”pikirnya dalam hati dan ia langsung beridiri setelah melihat bayangan orang tsb I segera menghampiri dan memeluknya
“kiki…..gue takut di sini….makasih udah tolongin gue…..”ucap shila masih memeluk orang tsb dan sedikit merasa aneh dg orang yg di peluknya
“loe kiki kan…”tanya shila memastikan sambil melepas pelukanya
“bukan…”jawab orang tsb, dan betapa kagetnya waktu ia mendengar suara itu, terlebih itu suara seorang cowok
“trus…..loe siapa….?”tanya shila panic dan mengarahkan hpnya ke muka orng tsb dan
“aaaa….. setan….”teriak shila sekenceng’’nya
“setan..setan…enak aja gue orang tau…”protes tuh orang
“orang…..siapa…..?”tanya shila
“gue reno…..loe….”
“reno,…. Gue shila, ngapain loe disini…”
“tidur….?”
“tidur….”
“ya, karna gue nungguin vano yg lg ada urusan, gue tidur disini…”
“trus yg ngunci tuh pintu…?”
“oh pintu itu, ya… gue yg ngunci biar nggak ada yg ganggu gue, karna gue denger ada orang nagis aja makanya gue ke sini, ternyata loe…..?”
“ ya udah buka dong pintunya, horror nih…”pinta shila, dan reno segera meraih tangan shila yg terasa dingin akibat ketakutan menuju piuntu dan membuka pintu tsb
“shila….”panggil kiki dr kejauan dg jalan yg masih pincang
“kiki…..”balas shila
“loh loe kok sama reno di perpus…?”
“iya nih, ternyata dia yg ngunci pintunya….”
“kok bisa,..”
“tau katanya sih tidur…?”
“hehe….dr pd bowriing nungguin vano mending gue tidur kan…”bela reno
“trus loe sendiri ngapain sampai kekunci…?”
“nih…..hp gue ketinggalan….?”
“sama aneh kalian…”desah kiki
Autor prov end
Kiki prov
Malam ini entah kenapa kegalauan melanda ku, jika mengingat ttg kehidupan orang tuaku yg pisah dan aku harus tinggal dg tante, apalagi jika mengingat statusku, tak terasa bulir’’ air membasahi pipiku
“mamah…papah…kiki kangen…. Kenapa kita harus terpisah seperti ini……?”desahku, ditengah tangisku hpku berdering dan tertera nomor yg tak ku kenal,
“halo…?”sapa ku tak semangat
“ternyata firasat gue benerya kalau loe sedang nggak baik’’ aja….”ucap sang penelfon, dan gue tau persis suara itu
“dr man aloe dpt noe gue…..?”
“aduh…non, tenang donk…..main nyamber aja….”
“da pa sih malem’’ ganggu…..”
“em….ga’ enak nih ngomong di telfon, loe liat di jendela loe dech….?” Pinta vano dan aku pun menurutinya ku lihat ke deket jendela dan mendapati vano yg bersandar di mobilnya dan melambaikan tangan ke arahku.
Kiki prov end
Vano prov
Entah kenapa gue selalu mikirin kiki,gue merasa sekarang ia sedang sedih, karna makin penasaran ku sambar kun ci mobil dan melaju ke rumahnya, di perjalanan gue mencoba menghubungu shila sahabatnya untuk meminta nomor kiki.
“halo shil gue boleh minta no kiki nggak..”
“no kiki… buat apa,..”
“ya, Cuma pengen nelfon dia aj, boleh ya….”bujukku
“gimana ya van, loe tau sendirikan sikap kiki ke loenya gimana, nanti kalau dia marah am ague gimana…”
“urusan itu biar gue aja yg ngurusin, dan gue nggak akan bilang gue dapet no nya dia dr loe kok, kasih ya,..”
“ya udah dech, catet ya, 08xxxxxxxxxxx,. Udah kan..”
“dah makasih ya shil..”
“ok..”panggilan ku pun terputus, setelah sampai di depan rumahnya langsung aja gue telfon
“halo…?” ucapnya dan terdengar ia tak semangat
“ternyata firasat gue benerya kalau loe sedang nggak baik’’ aja….”ucap ku
“dr man aloe dpt noe gue…..?” ternyata dia sudah tau gue siapa,
“aduh…non, tenang donk…..main nyamber aja….”
“da pa sih malem’’ ganggu…..”
“em….ga’ enak nih ngomong di telfon, loe liat di jendela loe dech….?” Pinta ku dan beberapa saat ku lihat ia membuka jendelanyadan segera ku lambaikan tangan.
“ngapain sih loe…”
“udah lo eke sini aja dech, nanti gue jelasin…?”suruhku, setelah menunggu beberapa saat ku liat dia keluar, dan firasat gue memang benar dia keluar dg mata agak sembab
“tuh kan…loe abis nagis kan… berarti firasat gue emang nggak salah….”
“firasaat apaan,…..?”
“di rumah gue ngerasa kalau loe itulg sedih, makanya gue kesini, dan terbukti kan kalau loe lg sedih…”
“sok tau loe…”
“bukanya sok tau tp itu firasat gue ke elo….”
“terserah loe lach…”
“mending ikut gue yuk, di jamin loe pasti aka ceria lagi, gue juga nggak keberatan kalau loe mau curhat sama gue….”
“kemana….”
“udah ayo…”sambik mendorong kiki memasuki mobilku. Di dalam mobil suasana punberubah menjadi hening gue maupun kiki pun tdkberani memulai pembicaraan,sibuk dg pemikiran sendiri. Sampai kita sampai disebuah taman dan ku parkirkan mobilku dan keluar dan melihat kiki yg masih ngelamun,
Vano prov end
Kiki prov
“ayo turun……?”ucap vano sambil membuka pintu buat ku,dan gue sedikit binggung tba’’ kita sudah sampai di sebuah taman yg menurutku lumayan indah tp sangat sepi.
“heh…udah sampai…?”ucap kudan keluar dr mobil
“loe ngelamunin apa sih….. diem aja dr td…..”tanya nya
“nggak papa kok, Cuma….”entah kenapa ingin rasanya gue menceritakan semua masalahnya pd vano, padahal kalau dgnya gue selalu jengkel dg sikapnya
“gue ngggak keberatan kok nampung semua curhatan loe……?”ucap nya meyakinkan dan gue malah diam
“ok…kalau loe nggak mau, mungkin loe belum percaya aja sama gue…..?” ucap nya karna ta’ mendapat reaksi dr ku
Ku tarik nafas panjang dan “gue Cuma kepikiran sama orang tua gue…?”buka ku
“kenapa mereka..”tanya vano
“gue nggak tau kenapa tuhan menakdirkan hidup gue menjadi orang yg tidak diinginkan kehadiranya di dunia, apa lagi itu keinginan dr ortu kandung gue…..”tambah ku sambil menataplurus kedepan, sedangkan vano hanya menatapnya, tak mengerti dg apa yg kubicarakan
“maksud loe,….”
“asal loe tau, orang yg ngasuh gue bukanlah ortu kandung gue,”ucapan ku berhenti bertepatan dg mataku yg sudah tdk mampu menampun air yg sedari td sudah memaksaku untuk mengeluarkannya
“kata mamah gue, dulu ada seorang mahasiswi yg datang ke rumah sakit di mana tempat mamah gue kerja, ia ingin menggugurkan kandunganya karna ia hamil di luar nikah dan kekasihnya tak mau tanggung jawab, dan itu brtepatan dg keinginan mamah gue yg sudah lama ingin mempunyai anak yg tdk segera terkabul, akhirnya mamah gue menawarkan kalau ia akan ngerawat wahasiswi itu sampai lairan dan bayinya di serahkan pd mamah gue, gue nggak lebih dr anak haram…”tambah ku yg sudah tak mampu menahan air mata lagi,
Kiki prov end
Vano prov
Ingin sekali tangan ini mengusap air mata itu, hati ini tak rela jika melihatnya menangis,
“tidak ada yg namanya anak haram, semua ada itu karna cinta ki, jadi loe nggak usah mengganggap diri loe anak haram..”hibur ku
“nggak berhenti sampai di situ, setelah gue besar, entah kenapa gue sering lihat orang tua gue berantem, walau selama ini mereka selalu merawat gue gd penuh kasi sayang, tp dg melihat mereka berantem gue jadi benci banget sama mereka, dan ujungnya adalah perceraian dr mereka, setelah bercerai pun masalah tak kunjung selesai, mereka merebutkan hak suh gue, papah ingin membawaku ke belanda di mana bisnisnya berkembang, dan mamah gue ingin mengajak gue ke paris dan melanjutkan pekerjaannya sbagai dokter di sana, sampai tante gue bilang kalau dia yg akan ngerawat gue sampai lulus barulah setelah lulu gue harus milih mau ikut siapa, gue sungguh nggak sanggub milih, gue sayang sama mereka semua….” #siapin tisyuuu…# mendengar perjalanan hidupnya yg sangat pilu itu entak kenapa gue juga merasakan kepedihan dalam hatinya, tangan gue terulur untuk menghapus air matanya, tp ia segera menepisnya dan menghapus airmatanya sendiri
“gue cengeng ya…..”tanyanya dan di tambah dg senyum yg menurutku senyum paksaan
“wajar kali kalau loe nangis, gue aja yg denger aja hampir ikutan nangis…”canda gue, dan berhasil kini ku lihat ia tersenyum, tak di paksa lagi,
“van gueboleh kan manggil loe dg nama ozy…”
“ozy….kenapa loe nggak suka dg nama vano…?”
“enggak nama loe kan fauzy nggak beda jauh dg ozy, dan ozy itu nama kelinci kesayangan gue yg gue kasih ke papah, boleh ya….?”
“hahaaha, loe ada’’ aja sih , nggak papa deh moga aja dg nama ozy gue juga akan menjadi kesayangan loe…”
“bisa jadi…”
ku lihat ia menengok ke belakang dan seperti mencari sesuatu.
Bersambuuuuung…..
Haduhhh, udah habis tisyuuu berapa buk, kalau autor sih udah habis 10 pack waktu nulisnya. Udah dulu ya cuap cuapnya, di lanjut di part selanjutnya. See you…
Autor prov
Hujan datang dg begitu deras bertepatan dg berakhirnya jam pelajaran di sma nusa kembang,
“huft…hujan lagi…mana nggak bawa mobil lagi….”desah shila, ia pun segera merogoh sakunya mengambil hp nya berniat menghubungi kakaknya untuk menjemputnya, tp yg di carinya tdk ada di tempat, dan ia segera mencari di tas ranselnya, tp hasilnya nihil hpnya entah kemana,
“mampus gue…..”sambil menepuk jidatnya, ia pun mengingat’’ dimana meletakkan hpnya,
“perpus….iya…disana….!!” setelah ia ingat akhirnya ia pun berlari ke perpus berharapperpus tak tutup
“untung belum tutup…”desahnya setelah tiba di perpus, karna mendung perpus pun dalam keadaan gelap dan kebetulan juga lampu padam jadi shila harus berkosentrasi mencari hpnya di ruangan yg gelap gulita ini.
“di mana sih…..?”desahnya sambil meraba’’ meja dan
“ini dia…..”desahnya setelah menemukan hpnya tp ia tiba’’ ia mendengar orang mengunci pintu dan shila pun panikkarna ia terkunci di ruang perpus sendirian dg ruangan yg gelap, apalagi ia paling takut dg kegelapan apalagi di tambah dg petir yg menyambar makin membuat shila merinding dan meneteskan airmata, hanya untuk mengecek pintu apakah beneran terkunci dia saja tak berani ia memilih duduk sambil memeluk lututnya dan menangis, ia pun memencet’’ hpnya dan menghubungi seseorang
“kakak…..angkat donk….tolong shila…..” ia mencoba menghubungi kakaknya tp tak kunjung di angkat, ia pun melihat nama kiki di layar hpnya, ia pun sedikit ragu mau menghubungi kiki karna ia masih gondok dg kiki
“bodo ach…yg penting dia bisa bantu gue…” ia segera menghubungi kiki
“halo…ada apa shil..”jawab suara dr sebrang
“kiki…tolongin gue…gue takut…hiks…hiks…hiks…”pinta shila
“loe kenapa, kok nangis…”
“kiki gue kekunci di perpus, disini gelap…gue takut….tolongin gue…..?”
“haah…. Kok bisa…”
“udah nanti aja gue jelasin, cepetan ke sini…tolongin gue please…….”
“iya…iya loe tenang…. Gue kesana sekarang ok…” shila pun menutup telfonya tak berapa lama ia mendengar suara langkah kaki mendekatinya
“kiki….”pikirnya dalam hati dan ia langsung beridiri setelah melihat bayangan orang tsb I segera menghampiri dan memeluknya
“kiki…..gue takut di sini….makasih udah tolongin gue…..”ucap shila masih memeluk orang tsb dan sedikit merasa aneh dg orang yg di peluknya
“loe kiki kan…”tanya shila memastikan sambil melepas pelukanya
“bukan…”jawab orang tsb, dan betapa kagetnya waktu ia mendengar suara itu, terlebih itu suara seorang cowok
“trus…..loe siapa….?”tanya shila panic dan mengarahkan hpnya ke muka orng tsb dan
“aaaa….. setan….”teriak shila sekenceng’’nya
“setan..setan…enak aja gue orang tau…”protes tuh orang
“orang…..siapa…..?”tanya shila
“gue reno…..loe….”
“reno,…. Gue shila, ngapain loe disini…”
“tidur….?”
“tidur….”
“ya, karna gue nungguin vano yg lg ada urusan, gue tidur disini…”
“trus yg ngunci tuh pintu…?”
“oh pintu itu, ya… gue yg ngunci biar nggak ada yg ganggu gue, karna gue denger ada orang nagis aja makanya gue ke sini, ternyata loe…..?”
“ ya udah buka dong pintunya, horror nih…”pinta shila, dan reno segera meraih tangan shila yg terasa dingin akibat ketakutan menuju piuntu dan membuka pintu tsb
“shila….”panggil kiki dr kejauan dg jalan yg masih pincang
“kiki…..”balas shila
“loh loe kok sama reno di perpus…?”
“iya nih, ternyata dia yg ngunci pintunya….”
“kok bisa,..”
“tau katanya sih tidur…?”
“hehe….dr pd bowriing nungguin vano mending gue tidur kan…”bela reno
“trus loe sendiri ngapain sampai kekunci…?”
“nih…..hp gue ketinggalan….?”
“sama aneh kalian…”desah kiki
Autor prov end
Kiki prov
Malam ini entah kenapa kegalauan melanda ku, jika mengingat ttg kehidupan orang tuaku yg pisah dan aku harus tinggal dg tante, apalagi jika mengingat statusku, tak terasa bulir’’ air membasahi pipiku
“mamah…papah…kiki kangen…. Kenapa kita harus terpisah seperti ini……?”desahku, ditengah tangisku hpku berdering dan tertera nomor yg tak ku kenal,
“halo…?”sapa ku tak semangat
“ternyata firasat gue benerya kalau loe sedang nggak baik’’ aja….”ucap sang penelfon, dan gue tau persis suara itu
“dr man aloe dpt noe gue…..?”
“aduh…non, tenang donk…..main nyamber aja….”
“da pa sih malem’’ ganggu…..”
“em….ga’ enak nih ngomong di telfon, loe liat di jendela loe dech….?” Pinta vano dan aku pun menurutinya ku lihat ke deket jendela dan mendapati vano yg bersandar di mobilnya dan melambaikan tangan ke arahku.
Kiki prov end
Vano prov
Entah kenapa gue selalu mikirin kiki,gue merasa sekarang ia sedang sedih, karna makin penasaran ku sambar kun ci mobil dan melaju ke rumahnya, di perjalanan gue mencoba menghubungu shila sahabatnya untuk meminta nomor kiki.
“halo shil gue boleh minta no kiki nggak..”
“no kiki… buat apa,..”
“ya, Cuma pengen nelfon dia aj, boleh ya….”bujukku
“gimana ya van, loe tau sendirikan sikap kiki ke loenya gimana, nanti kalau dia marah am ague gimana…”
“urusan itu biar gue aja yg ngurusin, dan gue nggak akan bilang gue dapet no nya dia dr loe kok, kasih ya,..”
“ya udah dech, catet ya, 08xxxxxxxxxxx,. Udah kan..”
“dah makasih ya shil..”
“ok..”panggilan ku pun terputus, setelah sampai di depan rumahnya langsung aja gue telfon
“halo…?” ucapnya dan terdengar ia tak semangat
“ternyata firasat gue benerya kalau loe sedang nggak baik’’ aja….”ucap ku
“dr man aloe dpt noe gue…..?” ternyata dia sudah tau gue siapa,
“aduh…non, tenang donk…..main nyamber aja….”
“da pa sih malem’’ ganggu…..”
“em….ga’ enak nih ngomong di telfon, loe liat di jendela loe dech….?” Pinta ku dan beberapa saat ku lihat ia membuka jendelanyadan segera ku lambaikan tangan.
“ngapain sih loe…”
“udah lo eke sini aja dech, nanti gue jelasin…?”suruhku, setelah menunggu beberapa saat ku liat dia keluar, dan firasat gue memang benar dia keluar dg mata agak sembab
“tuh kan…loe abis nagis kan… berarti firasat gue emang nggak salah….”
“firasaat apaan,…..?”
“di rumah gue ngerasa kalau loe itulg sedih, makanya gue kesini, dan terbukti kan kalau loe lg sedih…”
“sok tau loe…”
“bukanya sok tau tp itu firasat gue ke elo….”
“terserah loe lach…”
“mending ikut gue yuk, di jamin loe pasti aka ceria lagi, gue juga nggak keberatan kalau loe mau curhat sama gue….”
“kemana….”
“udah ayo…”sambik mendorong kiki memasuki mobilku. Di dalam mobil suasana punberubah menjadi hening gue maupun kiki pun tdkberani memulai pembicaraan,sibuk dg pemikiran sendiri. Sampai kita sampai disebuah taman dan ku parkirkan mobilku dan keluar dan melihat kiki yg masih ngelamun,
Vano prov end
Kiki prov
“ayo turun……?”ucap vano sambil membuka pintu buat ku,dan gue sedikit binggung tba’’ kita sudah sampai di sebuah taman yg menurutku lumayan indah tp sangat sepi.
“heh…udah sampai…?”ucap kudan keluar dr mobil
“loe ngelamunin apa sih….. diem aja dr td…..”tanya nya
“nggak papa kok, Cuma….”entah kenapa ingin rasanya gue menceritakan semua masalahnya pd vano, padahal kalau dgnya gue selalu jengkel dg sikapnya
“gue ngggak keberatan kok nampung semua curhatan loe……?”ucap nya meyakinkan dan gue malah diam
“ok…kalau loe nggak mau, mungkin loe belum percaya aja sama gue…..?” ucap nya karna ta’ mendapat reaksi dr ku
Ku tarik nafas panjang dan “gue Cuma kepikiran sama orang tua gue…?”buka ku
“kenapa mereka..”tanya vano
“gue nggak tau kenapa tuhan menakdirkan hidup gue menjadi orang yg tidak diinginkan kehadiranya di dunia, apa lagi itu keinginan dr ortu kandung gue…..”tambah ku sambil menataplurus kedepan, sedangkan vano hanya menatapnya, tak mengerti dg apa yg kubicarakan
“maksud loe,….”
“asal loe tau, orang yg ngasuh gue bukanlah ortu kandung gue,”ucapan ku berhenti bertepatan dg mataku yg sudah tdk mampu menampun air yg sedari td sudah memaksaku untuk mengeluarkannya
“kata mamah gue, dulu ada seorang mahasiswi yg datang ke rumah sakit di mana tempat mamah gue kerja, ia ingin menggugurkan kandunganya karna ia hamil di luar nikah dan kekasihnya tak mau tanggung jawab, dan itu brtepatan dg keinginan mamah gue yg sudah lama ingin mempunyai anak yg tdk segera terkabul, akhirnya mamah gue menawarkan kalau ia akan ngerawat wahasiswi itu sampai lairan dan bayinya di serahkan pd mamah gue, gue nggak lebih dr anak haram…”tambah ku yg sudah tak mampu menahan air mata lagi,
Kiki prov end
Vano prov
Ingin sekali tangan ini mengusap air mata itu, hati ini tak rela jika melihatnya menangis,
“tidak ada yg namanya anak haram, semua ada itu karna cinta ki, jadi loe nggak usah mengganggap diri loe anak haram..”hibur ku
“nggak berhenti sampai di situ, setelah gue besar, entah kenapa gue sering lihat orang tua gue berantem, walau selama ini mereka selalu merawat gue gd penuh kasi sayang, tp dg melihat mereka berantem gue jadi benci banget sama mereka, dan ujungnya adalah perceraian dr mereka, setelah bercerai pun masalah tak kunjung selesai, mereka merebutkan hak suh gue, papah ingin membawaku ke belanda di mana bisnisnya berkembang, dan mamah gue ingin mengajak gue ke paris dan melanjutkan pekerjaannya sbagai dokter di sana, sampai tante gue bilang kalau dia yg akan ngerawat gue sampai lulus barulah setelah lulu gue harus milih mau ikut siapa, gue sungguh nggak sanggub milih, gue sayang sama mereka semua….” #siapin tisyuuu…# mendengar perjalanan hidupnya yg sangat pilu itu entak kenapa gue juga merasakan kepedihan dalam hatinya, tangan gue terulur untuk menghapus air matanya, tp ia segera menepisnya dan menghapus airmatanya sendiri
“gue cengeng ya…..”tanyanya dan di tambah dg senyum yg menurutku senyum paksaan
“wajar kali kalau loe nangis, gue aja yg denger aja hampir ikutan nangis…”canda gue, dan berhasil kini ku lihat ia tersenyum, tak di paksa lagi,
“van gueboleh kan manggil loe dg nama ozy…”
“ozy….kenapa loe nggak suka dg nama vano…?”
“enggak nama loe kan fauzy nggak beda jauh dg ozy, dan ozy itu nama kelinci kesayangan gue yg gue kasih ke papah, boleh ya….?”
“hahaaha, loe ada’’ aja sih , nggak papa deh moga aja dg nama ozy gue juga akan menjadi kesayangan loe…”
“bisa jadi…”
ku lihat ia menengok ke belakang dan seperti mencari sesuatu.
Bersambuuuuung…..
Haduhhh, udah habis tisyuuu berapa buk, kalau autor sih udah habis 10 pack waktu nulisnya. Udah dulu ya cuap cuapnya, di lanjut di part selanjutnya. See you…
Cliiiiink…….
Part 5 datang…
Tak terasa sudah part 5 aja nih cerpen, sempet macet di tengah jalan, tp untunglah tuh ide kembali nyangkut, kalau nggak bkan berabe, siaga 4 kan, penulis sudah nggak bisa ngomong apa’’ lagi, takutnya nih ide ilang lagi kalau sudah gitu siapa yg mau tanggung, hayooo,,,siapa..nggak ada kan, makanya kita langsung ke cerita…cekidot….
Lagu pembuka : sm*sh-gadisku
“kumohon jangan lagi..”desahku dalah hati, dg kakiku yg terkilir mustahil gue bisa kabur vano, pun semakin dekat
Dan……
“loe mau apa sih…”tanya ku gugub sambil mendorong tubuh vano menjauh dr ku
Kiki prov end
Vano prov
Ku lihat ia hanya diem, dan tdk memakai sabuk pengamanya padahal gue mau menjalankan mobil, maksuh hati mau berbaik hati dg memasang sabuk pengamanya,
“loe mau apa sih…”tanyanya sambil mendorongku, dan kulihat mukanya yg merona merah, gue pun mulai ngerti apa yg ia fikirin “kesempatan nih buat ngerjain lagi..”pikirku dalam hati
“loe piker gue mau apa…”kulontarkan pertanyaan itu lagi, kiki pun hanya diam karna mungkin nggak tau mau ngomong apa, karna nggak mau ambil resiko akhirnya gue pun nyerah untuk menggoda cewek yg ada di sampingku itu, padahal niatku kan nggak mau ngelakuin ITU.(????) bisa’’ ia ngambek dan nggak mau di antar pulang lagi.
“ok…ok….kalau emang loe nggak mau dipasangin, yaudah buruan pasang tuh sabuk pengamanya…gue nggak mau ambil resiko…”ucap ku sambil melirik kiki yg masih terdiam
Vano prov end
Aotor prov
“heh…”desah kiki, ternyata yg ia pikirin salah, #wah kiki mikir yg nggak’’ ternyata,#
“kok malah diem, mau gue pasangin….?”goda vano karna melihat kiki hanya terdiam, ngelamun lebih tepatnya
“hah…nggak…”saut kiki cepat setelah tersadar dr lamunanya dan dg cepat memasang sabuk pengamannya. Dan vano pun mulai menjalankan mobilnya dan meluncur ke rumah kiki, di perjalanan hening, itulah suasanya dr mereka td ada yg membuka suara tp vano ttp CCP pd kiki yg hanya melihat jalanan yg mereka lalui, emangnya jalanan lebih menarikya dr pd vano, itulah yg vano pikirin saat melihat kiki lbh memilih liatin jalanan dr pd ngomong dg nya
“loe kok diem aja sih…?”akhirnya vano pun angkat bicara
“kalau loe masih marah sama gue, setidaknya loe tunjukin donk di mana arah ke rumah loe….?”tanya vano krn binggung mau ke mana
“ow…. Nanti ada pertigaan belok kiri trus, ada perum graha indah, masuk aja….”jelas kiki dan vano pun mengangguk paham, hening pun kembali melanda mereka
“yg mana nih…?”vano pun kembali angkat bicara
“emmmm bentar…..tuh rumah warna biru…”sambil menunjuk sebuah rumah berlantai 2 berwarna biru dan vano pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah tsb. Dan ketika ia mau turun setidaknya membukakan pintu untuk kiki atau malah membantu kiki berjalan
Autor prov end
Vano prov
“eiits, loe disini aja, gue bisa sendiri…”cegah kiki
“tp kaki loe kan…”
“gue nggak papa, sebaiknya loe pulang, dan trimakasih….”ucap kiki yg kemudian membuka pintu dan keluar, melihat nya berjalan dg pincang sungguh gue tak tega, alhasil gue keluar dan tak menghiraukan perkataan kiki barusan
“eh,,,eh, loe mau apa…? Kan udah gue bilang loe pulang aja…”protes kiki saat tiba’’ ku hampirinya dan membantunya
“udah gue bantuin, setelah loe masuk rumah baru gue pulang…”jelas ku
“nggak…loe pulang nggak…?”usirnya
“iya gue pulang tp nanti setelah ini…”sambil terus menuntun nya
“nggak…sekarang…”tambah kiki tegas dan berpegangan pd pagar, agar gue tak terus menuntunya, ada’’ aja kelakuan nih cewek, untung loe cewek yg gue suka kalau nggak udah abis loe
“loe keras kepala banget sih….?”geram ku
“ loe pulang nggak sekarang,,,,! kalau nggak gue nggak mau kenal sama loe….”ancam kiki dan gue pun hanya memandangnya
“pulang nggak…?”tegas kiki
“ok..ok gue pulang…..?”gue pun nyerah dan berbalik menuju mobil dan melajukan mobilku, setelah beberapa meter ku hentikan mobilku dan melihat kiki dg bantuan spion, saat dia sudah pasti masuk rumah baru lah gue bener’’ pulang
Vano prov end
***
Autor prov end
Pagi harinya kiki pun masuk sekolah, walau tantenya menyuruhnya istirahat dulu di rumah ia ttp ngotot sekolah krn ada ulangan kimia di jam pertama ini, dg terpincang’’ ia menyusuri koridor sekolahnya dan makin membuatnya kesal adalah ia harus menaiki tangga, karna memang kelasnya berada di lantai 7, lantai paling atas, makin berat aja deritanya, untuk menaiki satu tangga aja ia membutuhkan waktu 10 menit apalagi 6 tangga,
“teeeet…teeeeeet..”bel tanda masuk pun bunyi tp ia masih berada di lantai 3
“kalau gini bisa telat nih….?”keluhnya tp tiba’’ dr belakang ada yg mencoba menggendongnya dan setelah nenggok ternyata vano
Autor prov end
Vano prov
Saat ku dengar bel sudah berbunyi, gue langsung tancap gas ke kelas tp di tangga gue lihat cewek pujaan gue sedang berusaha menaiki tangga
“udah tau kakinya sakit masih masuk aja..”gerutuku dan langsung menghampirinya dan bermaksut mau menggendongnya
“ehh, mau ngapain loe…?”cegah kiki
“gue Cuma mau bantu loe, loe kesusahan kan buat naikki tangga…”jelas ku
“tp nggak harus gendong gue juga kan…?”tanya kikki tp lbh tepatnya pernyataan
“truss….”
“loe boleh bantu gue tp pliss jangan pakai gedong’’an segala…”jelas kiki dan gue pun menuruti dan memilih memapah kiki bejalan menaiki tangga, setiap pasang mata yg mereka lewati terus menatap kami dg tatapan yg sinis di tambah bisikan’’ kpd sesamanya, tp gue tak menghiraukanya sedangkan kulihat kiki memang sedikit risih dg pemandangan itu, pemandangan yg tak jauh berbeda pun juga kita jumpai di dalam kelas sejak kami muncul dr pintu sampai tempat duduk kiki semua mata terarah kpd kami, tp lg’’ gue hanya cuek bebek aja.
Jam pertama pelajaran kimia, tp mereka dapat kabar kalau gurunya tak datang
“huuuuu, nggak jadi ulangan…?”teriak salah satu siswa dan disusul sautan’’ drsiwa’’ lain
Vano prov end
Kiki prov
“hah nggak jadi ulangan, kalau tau gini mending gue di rumah tidutan kan enak..”gerutuku dalam hati
“yeeeee nggak jadi ulangan, “teriak shila
“loe kenapa manyun ki…”tanyanya
“siapa juga yg nggak kesel, kalau taun ggak jadi ulangan mending nggak usah masuk ja, kan lumayan buat mulihin kaki gue,”
“oh ya, kok bisa sih loe jatoh..”
“tanya aja tuh sama pelakunya…”
“siapa…”
“tuh…..”jawabku sambil melirik vano yg entah dr kapan sedang melihat ke arahku
“vano maksudnya…”
“hem…bag…”
“sekali lagi loe tanya gue sumpelin mulut loe pakek kaos kaki…”ancam ku
Kiki prov end
Autor prov
untuk menghilangkan kejenuhanya ia mengeluarhan hpnya dr dalam tasnya dan memainkanya.
“kiki gue mau cerita donk…”pinta shila yg baru aja membalikan tubuhnya menghadap kiki
“hemm”jawab kiki terkesan singkat
“kemaren rendi tembak gue ki, itu lho rendi temen les gue yg dulu prnah gue certain ke loe….?” #anggap aja shila sudah cerita..#
“tp karna gue lg sebel sama dia jd gue tolak tuh,,,,,?”
“yaaahhhh..”desah kiki dg masih memusatkan pandanganya kea rah hpnya
“kenapa ki, pasti loe sayang ya gue nolak rendi, sebenernya gue juga gitu sih ki, setelah gue fiki’’ kok gue nyesel ya nolak dia…?”
“apa sil, loe nolak siapa…”tanya kiki yg terkesan aneh di telinga shila
“tadi kan gue udah cerita…” elas shila
“cerita…? Cerita apaan…?”tanya kiki
“emang tadi loe nggak dengerin gue….” Kiki hanya menggeleng
“trus…”ucap shila yg langsung merebut hp di tangan kiki dan setelah di lihta betapa kaget dan marahnya shila setelah membaca 2 kata yg ada di layar hp kiki yaitu “GAME OVER” (????)
“BRUUUK….” Shila pun berdiri sambil menggebrak meja membuat kiki terkaget dan hanya memasang muka shock nya dan tak hanya kiki yg kaget tp seluruh isi kelas yg tampak melihat kea rah kiki dan shila
“JADI DR TADI LOE NGGAK DENGERIN CERITA GUE DAN MALAH ASIK MAIN GAME…!!!!” teriak shila yg kelihatan sangat marah “DAN TADI LOE BILANG YAH, BUKAN KARNA LOE SAYANG GUE NOLAK RENDI MALAH KARNA GAME OVER” dan membuat seluruh isi kelas cekikikan dg ulah 2 orang ini
“GLEEK” kiki hanya bisa menelan ludah mendapati shila segitu marah pd nya tp ia juga belum tau kesalahanya apa setelah berteriak shila pun bermaksut keluar kelas meninggalkan kiki yg masih asik dg muka cengonya
“shila….?”cegah kiki dan shila pun menghentikanlangkahnya
“kenapa…”tanya shila
“loe mau pergi…?”
“iya,,, gue mau pergi, kenapa loemau cegah gue, loe mau minta maaf, udah telat gue terlanjur marah sama loe…”sungut shila
“nggak, kalau loe mau pergi…jangan bawa hp gue donk…, gue belum menyelesaikan permainan gue sayanga tau tinggal level terakhir…”jelas kiki karna shila masih menggenggam hpnya dan membuat shila makin jengkel pd temenya yg satu ini dan tampak beberapa siswa ngakak dg kenarsisanya shila, shila segera meletakkan hp kiki di atas meja dan langsung melongos pergi
“gue salah ngomong ya…”desah kiki lirih sambil menggaruk’’ kepalanya yg tak gatal, maksut hati ingin menyusul shila ia tau kalau sekarang shila pasti sangat marah pdnya tp dg keadaan kakinya sekarang kayaknya nggak munggkin dech, ia pun memilih melanjutkan permainanya, sedangkn shila yg masih ngondok memilih ke kantin atau perpus, di sana ia bisa menenangkan fikiranya
“orang curhat bukanya di dengerin malah main game…sahabat macam apa tuh…..”gerutu shila sambil memilh’’ buku.
Bersambung…..
Haduh……macet lagi…..macet lagi……. Ya gini dech jika baca cerpen dr penulis amatiran, jdi putus nyambung- putus nyambung, di maklumi aja ya….tunggu di part selanjutnya….dada……..
Lagu penutup : syahrini-semua karna cinta
“kumohon jangan lagi..”desahku dalah hati, dg kakiku yg terkilir mustahil gue bisa kabur vano, pun semakin dekat
Dan……
“loe mau apa sih…”tanya ku gugub sambil mendorong tubuh vano menjauh dr ku
Kiki prov end
Vano prov
Ku lihat ia hanya diem, dan tdk memakai sabuk pengamanya padahal gue mau menjalankan mobil, maksuh hati mau berbaik hati dg memasang sabuk pengamanya,
“loe mau apa sih…”tanyanya sambil mendorongku, dan kulihat mukanya yg merona merah, gue pun mulai ngerti apa yg ia fikirin “kesempatan nih buat ngerjain lagi..”pikirku dalam hati
“loe piker gue mau apa…”kulontarkan pertanyaan itu lagi, kiki pun hanya diam karna mungkin nggak tau mau ngomong apa, karna nggak mau ambil resiko akhirnya gue pun nyerah untuk menggoda cewek yg ada di sampingku itu, padahal niatku kan nggak mau ngelakuin ITU.(????) bisa’’ ia ngambek dan nggak mau di antar pulang lagi.
“ok…ok….kalau emang loe nggak mau dipasangin, yaudah buruan pasang tuh sabuk pengamanya…gue nggak mau ambil resiko…”ucap ku sambil melirik kiki yg masih terdiam
Vano prov end
Aotor prov
“heh…”desah kiki, ternyata yg ia pikirin salah, #wah kiki mikir yg nggak’’ ternyata,#
“kok malah diem, mau gue pasangin….?”goda vano karna melihat kiki hanya terdiam, ngelamun lebih tepatnya
“hah…nggak…”saut kiki cepat setelah tersadar dr lamunanya dan dg cepat memasang sabuk pengamannya. Dan vano pun mulai menjalankan mobilnya dan meluncur ke rumah kiki, di perjalanan hening, itulah suasanya dr mereka td ada yg membuka suara tp vano ttp CCP pd kiki yg hanya melihat jalanan yg mereka lalui, emangnya jalanan lebih menarikya dr pd vano, itulah yg vano pikirin saat melihat kiki lbh memilih liatin jalanan dr pd ngomong dg nya
“loe kok diem aja sih…?”akhirnya vano pun angkat bicara
“kalau loe masih marah sama gue, setidaknya loe tunjukin donk di mana arah ke rumah loe….?”tanya vano krn binggung mau ke mana
“ow…. Nanti ada pertigaan belok kiri trus, ada perum graha indah, masuk aja….”jelas kiki dan vano pun mengangguk paham, hening pun kembali melanda mereka
“yg mana nih…?”vano pun kembali angkat bicara
“emmmm bentar…..tuh rumah warna biru…”sambil menunjuk sebuah rumah berlantai 2 berwarna biru dan vano pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah tsb. Dan ketika ia mau turun setidaknya membukakan pintu untuk kiki atau malah membantu kiki berjalan
Autor prov end
Vano prov
“eiits, loe disini aja, gue bisa sendiri…”cegah kiki
“tp kaki loe kan…”
“gue nggak papa, sebaiknya loe pulang, dan trimakasih….”ucap kiki yg kemudian membuka pintu dan keluar, melihat nya berjalan dg pincang sungguh gue tak tega, alhasil gue keluar dan tak menghiraukan perkataan kiki barusan
“eh,,,eh, loe mau apa…? Kan udah gue bilang loe pulang aja…”protes kiki saat tiba’’ ku hampirinya dan membantunya
“udah gue bantuin, setelah loe masuk rumah baru gue pulang…”jelas ku
“nggak…loe pulang nggak…?”usirnya
“iya gue pulang tp nanti setelah ini…”sambil terus menuntun nya
“nggak…sekarang…”tambah kiki tegas dan berpegangan pd pagar, agar gue tak terus menuntunya, ada’’ aja kelakuan nih cewek, untung loe cewek yg gue suka kalau nggak udah abis loe
“loe keras kepala banget sih….?”geram ku
“ loe pulang nggak sekarang,,,,! kalau nggak gue nggak mau kenal sama loe….”ancam kiki dan gue pun hanya memandangnya
“pulang nggak…?”tegas kiki
“ok..ok gue pulang…..?”gue pun nyerah dan berbalik menuju mobil dan melajukan mobilku, setelah beberapa meter ku hentikan mobilku dan melihat kiki dg bantuan spion, saat dia sudah pasti masuk rumah baru lah gue bener’’ pulang
Vano prov end
***
Autor prov end
Pagi harinya kiki pun masuk sekolah, walau tantenya menyuruhnya istirahat dulu di rumah ia ttp ngotot sekolah krn ada ulangan kimia di jam pertama ini, dg terpincang’’ ia menyusuri koridor sekolahnya dan makin membuatnya kesal adalah ia harus menaiki tangga, karna memang kelasnya berada di lantai 7, lantai paling atas, makin berat aja deritanya, untuk menaiki satu tangga aja ia membutuhkan waktu 10 menit apalagi 6 tangga,
“teeeet…teeeeeet..”bel tanda masuk pun bunyi tp ia masih berada di lantai 3
“kalau gini bisa telat nih….?”keluhnya tp tiba’’ dr belakang ada yg mencoba menggendongnya dan setelah nenggok ternyata vano
Autor prov end
Vano prov
Saat ku dengar bel sudah berbunyi, gue langsung tancap gas ke kelas tp di tangga gue lihat cewek pujaan gue sedang berusaha menaiki tangga
“udah tau kakinya sakit masih masuk aja..”gerutuku dan langsung menghampirinya dan bermaksut mau menggendongnya
“ehh, mau ngapain loe…?”cegah kiki
“gue Cuma mau bantu loe, loe kesusahan kan buat naikki tangga…”jelas ku
“tp nggak harus gendong gue juga kan…?”tanya kikki tp lbh tepatnya pernyataan
“truss….”
“loe boleh bantu gue tp pliss jangan pakai gedong’’an segala…”jelas kiki dan gue pun menuruti dan memilih memapah kiki bejalan menaiki tangga, setiap pasang mata yg mereka lewati terus menatap kami dg tatapan yg sinis di tambah bisikan’’ kpd sesamanya, tp gue tak menghiraukanya sedangkan kulihat kiki memang sedikit risih dg pemandangan itu, pemandangan yg tak jauh berbeda pun juga kita jumpai di dalam kelas sejak kami muncul dr pintu sampai tempat duduk kiki semua mata terarah kpd kami, tp lg’’ gue hanya cuek bebek aja.
Jam pertama pelajaran kimia, tp mereka dapat kabar kalau gurunya tak datang
“huuuuu, nggak jadi ulangan…?”teriak salah satu siswa dan disusul sautan’’ drsiwa’’ lain
Vano prov end
Kiki prov
“hah nggak jadi ulangan, kalau tau gini mending gue di rumah tidutan kan enak..”gerutuku dalam hati
“yeeeee nggak jadi ulangan, “teriak shila
“loe kenapa manyun ki…”tanyanya
“siapa juga yg nggak kesel, kalau taun ggak jadi ulangan mending nggak usah masuk ja, kan lumayan buat mulihin kaki gue,”
“oh ya, kok bisa sih loe jatoh..”
“tanya aja tuh sama pelakunya…”
“siapa…”
“tuh…..”jawabku sambil melirik vano yg entah dr kapan sedang melihat ke arahku
“vano maksudnya…”
“hem…bag…”
“sekali lagi loe tanya gue sumpelin mulut loe pakek kaos kaki…”ancam ku
Kiki prov end
Autor prov
untuk menghilangkan kejenuhanya ia mengeluarhan hpnya dr dalam tasnya dan memainkanya.
“kiki gue mau cerita donk…”pinta shila yg baru aja membalikan tubuhnya menghadap kiki
“hemm”jawab kiki terkesan singkat
“kemaren rendi tembak gue ki, itu lho rendi temen les gue yg dulu prnah gue certain ke loe….?” #anggap aja shila sudah cerita..#
“tp karna gue lg sebel sama dia jd gue tolak tuh,,,,,?”
“yaaahhhh..”desah kiki dg masih memusatkan pandanganya kea rah hpnya
“kenapa ki, pasti loe sayang ya gue nolak rendi, sebenernya gue juga gitu sih ki, setelah gue fiki’’ kok gue nyesel ya nolak dia…?”
“apa sil, loe nolak siapa…”tanya kiki yg terkesan aneh di telinga shila
“tadi kan gue udah cerita…” elas shila
“cerita…? Cerita apaan…?”tanya kiki
“emang tadi loe nggak dengerin gue….” Kiki hanya menggeleng
“trus…”ucap shila yg langsung merebut hp di tangan kiki dan setelah di lihta betapa kaget dan marahnya shila setelah membaca 2 kata yg ada di layar hp kiki yaitu “GAME OVER” (????)
“BRUUUK….” Shila pun berdiri sambil menggebrak meja membuat kiki terkaget dan hanya memasang muka shock nya dan tak hanya kiki yg kaget tp seluruh isi kelas yg tampak melihat kea rah kiki dan shila
“JADI DR TADI LOE NGGAK DENGERIN CERITA GUE DAN MALAH ASIK MAIN GAME…!!!!” teriak shila yg kelihatan sangat marah “DAN TADI LOE BILANG YAH, BUKAN KARNA LOE SAYANG GUE NOLAK RENDI MALAH KARNA GAME OVER” dan membuat seluruh isi kelas cekikikan dg ulah 2 orang ini
“GLEEK” kiki hanya bisa menelan ludah mendapati shila segitu marah pd nya tp ia juga belum tau kesalahanya apa setelah berteriak shila pun bermaksut keluar kelas meninggalkan kiki yg masih asik dg muka cengonya
“shila….?”cegah kiki dan shila pun menghentikanlangkahnya
“kenapa…”tanya shila
“loe mau pergi…?”
“iya,,, gue mau pergi, kenapa loemau cegah gue, loe mau minta maaf, udah telat gue terlanjur marah sama loe…”sungut shila
“nggak, kalau loe mau pergi…jangan bawa hp gue donk…, gue belum menyelesaikan permainan gue sayanga tau tinggal level terakhir…”jelas kiki karna shila masih menggenggam hpnya dan membuat shila makin jengkel pd temenya yg satu ini dan tampak beberapa siswa ngakak dg kenarsisanya shila, shila segera meletakkan hp kiki di atas meja dan langsung melongos pergi
“gue salah ngomong ya…”desah kiki lirih sambil menggaruk’’ kepalanya yg tak gatal, maksut hati ingin menyusul shila ia tau kalau sekarang shila pasti sangat marah pdnya tp dg keadaan kakinya sekarang kayaknya nggak munggkin dech, ia pun memilih melanjutkan permainanya, sedangkn shila yg masih ngondok memilih ke kantin atau perpus, di sana ia bisa menenangkan fikiranya
“orang curhat bukanya di dengerin malah main game…sahabat macam apa tuh…..”gerutu shila sambil memilh’’ buku.
Bersambung…..
Haduh……macet lagi…..macet lagi……. Ya gini dech jika baca cerpen dr penulis amatiran, jdi putus nyambung- putus nyambung, di maklumi aja ya….tunggu di part selanjutnya….dada……..
Lagu penutup : syahrini-semua karna cinta
Cinta yang pergi part 4
Smriwiiing…smriwiiiing….smriwiiiing
Hohoho, part 4 telah datang dg mengendarai kereta terbang, dan siap untuk di pamerkan pd sang pembaca,udah pd nunggu kan, iya kan…,iya donk pastinya……. langsung aja ke cerita ea, jangan lupa siapin cemilan supaya lebih asyik bacanya, owwkecch….!!!! Maaf ea nunggu lama…
Lagu pembuka : unggu - ciuman pertama
Autor prov
Pagi ini kiki punsedikit enggan untuk pergi kesekolah, ya…kalian tau lah kejadian malam itu yg membuatnya trauma jika ketemu ozy, tp apalah daya kiki tak bisa bolos hari itu krn kebetulan om dan tantenya ada dirumah jd nggak enak untuk ngebihongin om and tantenya, dan al hasil dia pun terpaksa pergi ke sekolah, tp ia masuk tak seperti biasanya yg yaitu pagi’’ dan sekarang jam 7 kurang 45 menit ia baru keluar dr rumah dan sampai di sekolah pas bel bunyi.
“tumben loe jam segini baru datang…..?”tanya shila
“huh…masak sih…”kiki pun bingung mau jawab apa,
“aneh loe, di tanya malah balik tanya…”keluh shila, sejenak kiki pun melirik kea rah kiri dimana vano berada dan di sebrang tampak vano yg terus menatapnya dan saat ia tau kalau kiki melirikya ia hanya tersenyum bangga, dan melihat vano tersenyum reflesk kiki pun membuang muka.
Autor prov end
Istirahat
Kiki prov
“ki kita ke sana yuk,itu ada temen’’ gue,..”ajak shila saat ini kita berada di kantin
“hai, vika, dara…”sapa shila pd 2 orang cewek
“eh shila,..”balas cewek yg berambut pendek dan manis
“kenalin nih temen baru gue…”tambah shila
“kiki….”ucap ku dan menyalami mereka ber2
“dara..”
“vika..” mereka pun menyebutkan nama mereka masing’’ dan membalas tangan ku
“pindahan dr mana…”tanya vika
“dr Jakarta…”setelah puas berbincang’’ vika dan dara pun pamit untuk ke kelas
“eh kita duluan ya, ada bisnis…”pamit dara
“bisnis apaan…?”tanya shila
“biasalah masalah pr…”jawan vika sambil merengis dan segera berlalu bersama dara,
Kiki prov end
Vano prov
“van, kiki tuh…”ucap dika saat kita memasuki kantin
“mana…”balas ku sambil mngikitu telunjuk dika
“samper…”
“ye, baru aja mau gue suruh, udah nyamperin aja..”gerutu dika dan langsung mengikuti ku dan reno yg sudah dulu pergi
“hai, manisku imutku…”sapa ku yg lansung duduk di samping nya dan diikuti reno dan dika yg duduk disebelah shila dan ku lihat dia hanya membuang muka dr gue
“kayaknya kita harus selesain misi kita semalem dech..”ucap ku yg mengingatkan akan kejadian semalem
“misi…misi apaan…”tanya shila
“loh emangnya kiki nggak cerita sama loe,…”tanya ku dan shila hanya membalas dg gelengan
“tadi malam itu kita hampir aja ci…..arrrgghh”ucapanku pun terputus karna lagi’’ kiki menginjak kakiku, hobi bener nih cewek
“eh…loe kenapa sih hoby banget nginjek kaki gue… belum sembuh nih yg semalem malah loe tambain…”omel ku
“makanya kalau ngomong jngan ngasal..”gerutu kiki
“gue nggak ngasal, itu kan emang terjadi kan, dan sebaiknya kita terusin deh, nanggung tau ki, padahal kan tinggal dikiiiit aja…”ucap ku tanpa dosa sambil mengusap bibirku dg ibu jari
“nggak dan nggak akan pernah…!” balas kiki
”sebenernya kalian ngomongin apa sih…? Gue jdi bingung,…”ucap shila yg dr td hanya menjadi penonton setia bersama dika dan reno
“sama gue juga binggung…”tambah reno dan disusul anggukan dr dika
“emang td malam kalian ngapain…”tanya dika
“kita tu…” dg cepat kiki menyambar ucapan ku
“semalem kita maen basket dan dia kalah telak, eh dia nggak terima dan minta di lanjutin…”jawab kiki ngasal dan gue hanya menatapnya bingung,
“apa, loe kalah main basket lawan kiki….”tanya reno tak percaya karna dr pengetauannya gue paling jago maen basket
“hah, ngg…”melihat ku hampir mengelak kiki pun kembali menginjak kakinya dan memelototiku, tp nggak tampak seperti sedang melotot, hahaa, makin imut aja nih cewek, walau matanya seperti panda tetep aja kalau ketawa akan hilang tuh mata
“nggak salah,,,iya nggak salah…”aku pun nyerah dan kiki pun hanya senyum kemenangan, tp setelah ini pasti akan menjadi senjata makan tuan, loe tunggu aja cewek manis
“hebat…hebat,”puiji dika sambil geleng’’
“ayo dong ki… lanjutin…”pinta reno
“iya ki, gue mau liat loe ngalahin vano”tambah dika
Vano prov end
Kiki prov
“iya ki, gue mau liat loe ngalahin vano”tambah dika
“mampus gue, mana gue nggak bisa main basket lagi…”pikirku dalam hati
“emmm nggak ach gue capek…”elak ku dan saat kulirik vano ia malah senyum’’ nggak jelas
“yah ki, ayo donk….?”tambah reno
“ayolah ki, biar mereka tau kehebatan loe…”tambah vano lbih tepatnya ngeledek
“pokoknya nati pulang sekolah kalian harus duel…titik…”ucap reno penuh penekanan
“udah ki terima aja…” aku pun makin sebel sama shila bukanya ngebantu malah nambain
Kiki prov end
****
Vano prov
Pulang sekolah pun tiba, dika dan reno pun antusias untuk melihat duel antara kiki dg
“gue tau sebenernya loe nggak bisa main basket…”ledek ku, dan dia hanya memasang muka cemberut, makin imut ajasih dia
“gue,,,gue…”
“udah nggak usah alesan, siapa suruh pake boong segala, kalau loe biarin gue ngaku kan nggak kayak gini….?”
“kalau gue biarin, malah lebih parah dr ni…”gerutu kiki
“la sekarang gimana….senjata makan tuan kan….?”ejek ku
“ah loe, ngejekin gue mulu…”
“haha, makanya klo cari alas an tu yg sesuai dg kemampuan loe…?”
“ye…kan nggak mungkin gue bilang kalau loe kalah lomba dandan,…”
“kenapa nggak mungkin…”
“ya karna loe lach, masak loe dandan…kan nggak mungkin….”
“ternyata loe perhatian juga ya sama gue….”
“heh, ngaco…”
“walaupun loe nggak ngaku, tak apa lach,… dan sebagai ungkapan terima kasih gue, gue akan bantu loe..ok..”
“bantu, gimana caranya dodol, orrang sebentarlagi di mulai, noh ke 2 temen loe udah datang dan udah bawa bolanya….”sambil menunjuk dika dan reno yg menghampirinya membawa bola
“tenag, nanti loe tinggal drible tuh bola, ke depanya biar urusan gue…”mendengar penjelasan vano kulihat kiki pun sedikit mikir
“jangan’’ loe nggak bisa drible bola…”tebak ku ngasal
“bisa kok, Cuma masukin bola ke ring aja gue nggak pernah berhasil…”
“makanya tinggi dikit donk…”ejek ku dan kiki pun manyun “tumbuh tu keatas, kalau nggak ke samping, lah ni ke atas nggak, ke samping jugga nggak …”ejek ku, mulut kiki pun hampir terbuka membalas ejekanku tp dika dan reno keburu sampai di hadpan mereka
“kalian siap kan….?”tanya dika
“siap donk…”jawab vano enteng
“loe ki……..?”tanya reno
“udah dia mah siap…”sambar ku
“ya udah ayo…”ajak dika ke tengah lapangan dan kuikiti dan ku lihat kiki masih berdiri langsung aja ku tarih dia ke tengah lapangan
“kalian siap…”tnya dika selaku wasit
Dan
Priiiiiiiiit beluit pun berbunyi tanda permainan di mulai, kuambil bolanya dan mendribel melewati kiki dan memasukanya ke ring,ku lihat kiki sedikit tercengan(????) melihat ku dg gampangnya memasukan tuh bola sedangkan ia belum pernah masukin tuh bola,ku lihat ia semakin gugub saat ku lempar bola ke arahnya perlahan ia mendrible tuh bola melewati ku
Dan
“bruuuuk….?”tubuhnya dg sempurna menyentuh tanah dan ia mengerang kesakitan pd pergelangan kakinya
“aaaaa, aaa sakit…”rintih kiki dan melirik gue yg berdiri di hadapanya dan gue pun hanya nyengir, maaf ki gue nggak maksud, buat loejatuh beneran, gue Cuma mau bikin loe pura’’ jatuh supaya permainan ni nggakdi lanjutin,
“ada apa…?”tanya reno
“temen loe tuh…”
“loe nggak ati’’ sih…”potong ku dan kiki hanya mangaap tanpa suara
“aaaaaaa, sakit dodol..”pekik kiki saat kusentuh pergelangan kinya
“sory…sori..”
“kayaknya terkilir dech, kita lanjutin lain kali aja ya,…”pinta ku
Vano prov end
Kiki prov
Kini gue tau maksud dia menjegal kakiki tadi, apa ini yg namanya per tolongan # gimana pembaca..#
“yaaah..”desah dika dan reno
“apa loe tega, kakinya kiki tu terkilir…”tambah vno
“iya dech…”balas reno
“ya udah ki ayo naik ke punggung gue, biar gue antar pulang….?”tawarnya dan jongkok membelakangi ku
“hah…enggak…”tolak ku cepat
“udah ayo…”paksa vano
“nggak…”tolak ku lagi dan kuliat vano mengisyaratkan ke 2 temenya untuk membantunya dan temenyapun lansung menurutinya
“apaan sih…?” omel ku karna dg tidak sopan dika dan reno menarik tangaku dan mendaratkan tubuhku di punggung vano bermaksut ingun bangkit tp vano terlebih dahulu berdiri dan aku pun hanya pasrah
“gila, kecil…kecil berat juga loe…”ejeknya
“itu MLDL…..”balas ku sewot
“apaan tuch…”
“masalah loe derita loe….”
“sialan loe,..”
“gue nggak yakin kalau tadi loe itu bantuin gue…nyelakain gue sih iya…”
“sebenernya sih gue Cuma mau bikin loe jatuh aja sih trus bilang kalau loe terkilir atau apalah, tp loe nya aja yg jatuhnya lebay, makanya terkilir beneran…”jelas nya yg membuat gue menoyoor (?????)kepalanya
“ya loe nya jegal kaki gue, gimana nggak jatuh, nggak bilang’’ lagi, kalau loe bilang kan gue bisa persiapan…?”
“sejak kapan jatuh butuh persiapan…., sampe nih, loe pulang bareng gue, masuk…”ucap vano sambil menurunkanku dan mengisyaratkan untuk memasuki mobilnya
“nggak gue bi…”sebelum menyelesaikan ucapanku, terlebih dulu vano mendorongku masuk kedalam mobil dan menutupnya. Setelah masuk dan memasang sabuk pengaman ozy tak menjalankan mobilnya dan malah menatp ku, dan yg gue pun dikit salting dan makin salting saat tiba’’ vano mulai mendekatiku
“kumohon jangan lagi..”desahku dalam hati, dg kakiku yg terkilir mustahil gue bisa kabur, vano pun semakin dekat
Dan……
Bersambung….
‘maaf ya kalau hentinya di saat ygtak tepat, soalnya ada panggilan alam, tunggu aja di part berikutnya dan temukan kelanjutanya ooowkeehh…
Lagu penutup : Sammy Simorangkir-dia
Autor prov
Pagi ini kiki punsedikit enggan untuk pergi kesekolah, ya…kalian tau lah kejadian malam itu yg membuatnya trauma jika ketemu ozy, tp apalah daya kiki tak bisa bolos hari itu krn kebetulan om dan tantenya ada dirumah jd nggak enak untuk ngebihongin om and tantenya, dan al hasil dia pun terpaksa pergi ke sekolah, tp ia masuk tak seperti biasanya yg yaitu pagi’’ dan sekarang jam 7 kurang 45 menit ia baru keluar dr rumah dan sampai di sekolah pas bel bunyi.
“tumben loe jam segini baru datang…..?”tanya shila
“huh…masak sih…”kiki pun bingung mau jawab apa,
“aneh loe, di tanya malah balik tanya…”keluh shila, sejenak kiki pun melirik kea rah kiri dimana vano berada dan di sebrang tampak vano yg terus menatapnya dan saat ia tau kalau kiki melirikya ia hanya tersenyum bangga, dan melihat vano tersenyum reflesk kiki pun membuang muka.
Autor prov end
Istirahat
Kiki prov
“ki kita ke sana yuk,itu ada temen’’ gue,..”ajak shila saat ini kita berada di kantin
“hai, vika, dara…”sapa shila pd 2 orang cewek
“eh shila,..”balas cewek yg berambut pendek dan manis
“kenalin nih temen baru gue…”tambah shila
“kiki….”ucap ku dan menyalami mereka ber2
“dara..”
“vika..” mereka pun menyebutkan nama mereka masing’’ dan membalas tangan ku
“pindahan dr mana…”tanya vika
“dr Jakarta…”setelah puas berbincang’’ vika dan dara pun pamit untuk ke kelas
“eh kita duluan ya, ada bisnis…”pamit dara
“bisnis apaan…?”tanya shila
“biasalah masalah pr…”jawan vika sambil merengis dan segera berlalu bersama dara,
Kiki prov end
Vano prov
“van, kiki tuh…”ucap dika saat kita memasuki kantin
“mana…”balas ku sambil mngikitu telunjuk dika
“samper…”
“ye, baru aja mau gue suruh, udah nyamperin aja..”gerutu dika dan langsung mengikuti ku dan reno yg sudah dulu pergi
“hai, manisku imutku…”sapa ku yg lansung duduk di samping nya dan diikuti reno dan dika yg duduk disebelah shila dan ku lihat dia hanya membuang muka dr gue
“kayaknya kita harus selesain misi kita semalem dech..”ucap ku yg mengingatkan akan kejadian semalem
“misi…misi apaan…”tanya shila
“loh emangnya kiki nggak cerita sama loe,…”tanya ku dan shila hanya membalas dg gelengan
“tadi malam itu kita hampir aja ci…..arrrgghh”ucapanku pun terputus karna lagi’’ kiki menginjak kakiku, hobi bener nih cewek
“eh…loe kenapa sih hoby banget nginjek kaki gue… belum sembuh nih yg semalem malah loe tambain…”omel ku
“makanya kalau ngomong jngan ngasal..”gerutu kiki
“gue nggak ngasal, itu kan emang terjadi kan, dan sebaiknya kita terusin deh, nanggung tau ki, padahal kan tinggal dikiiiit aja…”ucap ku tanpa dosa sambil mengusap bibirku dg ibu jari
“nggak dan nggak akan pernah…!” balas kiki
”sebenernya kalian ngomongin apa sih…? Gue jdi bingung,…”ucap shila yg dr td hanya menjadi penonton setia bersama dika dan reno
“sama gue juga binggung…”tambah reno dan disusul anggukan dr dika
“emang td malam kalian ngapain…”tanya dika
“kita tu…” dg cepat kiki menyambar ucapan ku
“semalem kita maen basket dan dia kalah telak, eh dia nggak terima dan minta di lanjutin…”jawab kiki ngasal dan gue hanya menatapnya bingung,
“apa, loe kalah main basket lawan kiki….”tanya reno tak percaya karna dr pengetauannya gue paling jago maen basket
“hah, ngg…”melihat ku hampir mengelak kiki pun kembali menginjak kakinya dan memelototiku, tp nggak tampak seperti sedang melotot, hahaa, makin imut aja nih cewek, walau matanya seperti panda tetep aja kalau ketawa akan hilang tuh mata
“nggak salah,,,iya nggak salah…”aku pun nyerah dan kiki pun hanya senyum kemenangan, tp setelah ini pasti akan menjadi senjata makan tuan, loe tunggu aja cewek manis
“hebat…hebat,”puiji dika sambil geleng’’
“ayo dong ki… lanjutin…”pinta reno
“iya ki, gue mau liat loe ngalahin vano”tambah dika
Vano prov end
Kiki prov
“iya ki, gue mau liat loe ngalahin vano”tambah dika
“mampus gue, mana gue nggak bisa main basket lagi…”pikirku dalam hati
“emmm nggak ach gue capek…”elak ku dan saat kulirik vano ia malah senyum’’ nggak jelas
“yah ki, ayo donk….?”tambah reno
“ayolah ki, biar mereka tau kehebatan loe…”tambah vano lbih tepatnya ngeledek
“pokoknya nati pulang sekolah kalian harus duel…titik…”ucap reno penuh penekanan
“udah ki terima aja…” aku pun makin sebel sama shila bukanya ngebantu malah nambain
Kiki prov end
****
Vano prov
Pulang sekolah pun tiba, dika dan reno pun antusias untuk melihat duel antara kiki dg
“gue tau sebenernya loe nggak bisa main basket…”ledek ku, dan dia hanya memasang muka cemberut, makin imut ajasih dia
“gue,,,gue…”
“udah nggak usah alesan, siapa suruh pake boong segala, kalau loe biarin gue ngaku kan nggak kayak gini….?”
“kalau gue biarin, malah lebih parah dr ni…”gerutu kiki
“la sekarang gimana….senjata makan tuan kan….?”ejek ku
“ah loe, ngejekin gue mulu…”
“haha, makanya klo cari alas an tu yg sesuai dg kemampuan loe…?”
“ye…kan nggak mungkin gue bilang kalau loe kalah lomba dandan,…”
“kenapa nggak mungkin…”
“ya karna loe lach, masak loe dandan…kan nggak mungkin….”
“ternyata loe perhatian juga ya sama gue….”
“heh, ngaco…”
“walaupun loe nggak ngaku, tak apa lach,… dan sebagai ungkapan terima kasih gue, gue akan bantu loe..ok..”
“bantu, gimana caranya dodol, orrang sebentarlagi di mulai, noh ke 2 temen loe udah datang dan udah bawa bolanya….”sambil menunjuk dika dan reno yg menghampirinya membawa bola
“tenag, nanti loe tinggal drible tuh bola, ke depanya biar urusan gue…”mendengar penjelasan vano kulihat kiki pun sedikit mikir
“jangan’’ loe nggak bisa drible bola…”tebak ku ngasal
“bisa kok, Cuma masukin bola ke ring aja gue nggak pernah berhasil…”
“makanya tinggi dikit donk…”ejek ku dan kiki pun manyun “tumbuh tu keatas, kalau nggak ke samping, lah ni ke atas nggak, ke samping jugga nggak …”ejek ku, mulut kiki pun hampir terbuka membalas ejekanku tp dika dan reno keburu sampai di hadpan mereka
“kalian siap kan….?”tanya dika
“siap donk…”jawab vano enteng
“loe ki……..?”tanya reno
“udah dia mah siap…”sambar ku
“ya udah ayo…”ajak dika ke tengah lapangan dan kuikiti dan ku lihat kiki masih berdiri langsung aja ku tarih dia ke tengah lapangan
“kalian siap…”tnya dika selaku wasit
Dan
Priiiiiiiiit beluit pun berbunyi tanda permainan di mulai, kuambil bolanya dan mendribel melewati kiki dan memasukanya ke ring,ku lihat kiki sedikit tercengan(????) melihat ku dg gampangnya memasukan tuh bola sedangkan ia belum pernah masukin tuh bola,ku lihat ia semakin gugub saat ku lempar bola ke arahnya perlahan ia mendrible tuh bola melewati ku
Dan
“bruuuuk….?”tubuhnya dg sempurna menyentuh tanah dan ia mengerang kesakitan pd pergelangan kakinya
“aaaaa, aaa sakit…”rintih kiki dan melirik gue yg berdiri di hadapanya dan gue pun hanya nyengir, maaf ki gue nggak maksud, buat loejatuh beneran, gue Cuma mau bikin loe pura’’ jatuh supaya permainan ni nggakdi lanjutin,
“ada apa…?”tanya reno
“temen loe tuh…”
“loe nggak ati’’ sih…”potong ku dan kiki hanya mangaap tanpa suara
“aaaaaaa, sakit dodol..”pekik kiki saat kusentuh pergelangan kinya
“sory…sori..”
“kayaknya terkilir dech, kita lanjutin lain kali aja ya,…”pinta ku
Vano prov end
Kiki prov
Kini gue tau maksud dia menjegal kakiki tadi, apa ini yg namanya per tolongan # gimana pembaca..#
“yaaah..”desah dika dan reno
“apa loe tega, kakinya kiki tu terkilir…”tambah vno
“iya dech…”balas reno
“ya udah ki ayo naik ke punggung gue, biar gue antar pulang….?”tawarnya dan jongkok membelakangi ku
“hah…enggak…”tolak ku cepat
“udah ayo…”paksa vano
“nggak…”tolak ku lagi dan kuliat vano mengisyaratkan ke 2 temenya untuk membantunya dan temenyapun lansung menurutinya
“apaan sih…?” omel ku karna dg tidak sopan dika dan reno menarik tangaku dan mendaratkan tubuhku di punggung vano bermaksut ingun bangkit tp vano terlebih dahulu berdiri dan aku pun hanya pasrah
“gila, kecil…kecil berat juga loe…”ejeknya
“itu MLDL…..”balas ku sewot
“apaan tuch…”
“masalah loe derita loe….”
“sialan loe,..”
“gue nggak yakin kalau tadi loe itu bantuin gue…nyelakain gue sih iya…”
“sebenernya sih gue Cuma mau bikin loe jatuh aja sih trus bilang kalau loe terkilir atau apalah, tp loe nya aja yg jatuhnya lebay, makanya terkilir beneran…”jelas nya yg membuat gue menoyoor (?????)kepalanya
“ya loe nya jegal kaki gue, gimana nggak jatuh, nggak bilang’’ lagi, kalau loe bilang kan gue bisa persiapan…?”
“sejak kapan jatuh butuh persiapan…., sampe nih, loe pulang bareng gue, masuk…”ucap vano sambil menurunkanku dan mengisyaratkan untuk memasuki mobilnya
“nggak gue bi…”sebelum menyelesaikan ucapanku, terlebih dulu vano mendorongku masuk kedalam mobil dan menutupnya. Setelah masuk dan memasang sabuk pengaman ozy tak menjalankan mobilnya dan malah menatp ku, dan yg gue pun dikit salting dan makin salting saat tiba’’ vano mulai mendekatiku
“kumohon jangan lagi..”desahku dalam hati, dg kakiku yg terkilir mustahil gue bisa kabur, vano pun semakin dekat
Dan……
Bersambung….
‘maaf ya kalau hentinya di saat ygtak tepat, soalnya ada panggilan alam, tunggu aja di part berikutnya dan temukan kelanjutanya ooowkeehh…
Lagu penutup : Sammy Simorangkir-dia