- Back to Home »
- Cinta yang pergi part 4
Smriwiiing…smriwiiiing….smriwiiiing
Hohoho, part 4 telah datang dg mengendarai kereta terbang, dan siap untuk di pamerkan pd sang pembaca,udah pd nunggu kan, iya kan…,iya donk pastinya……. langsung aja ke cerita ea, jangan lupa siapin cemilan supaya lebih asyik bacanya, owwkecch….!!!! Maaf ea nunggu lama…
Lagu pembuka : unggu - ciuman pertama
Autor prov
Pagi ini kiki punsedikit enggan untuk pergi kesekolah, ya…kalian tau lah kejadian malam itu yg membuatnya trauma jika ketemu ozy, tp apalah daya kiki tak bisa bolos hari itu krn kebetulan om dan tantenya ada dirumah jd nggak enak untuk ngebihongin om and tantenya, dan al hasil dia pun terpaksa pergi ke sekolah, tp ia masuk tak seperti biasanya yg yaitu pagi’’ dan sekarang jam 7 kurang 45 menit ia baru keluar dr rumah dan sampai di sekolah pas bel bunyi.
“tumben loe jam segini baru datang…..?”tanya shila
“huh…masak sih…”kiki pun bingung mau jawab apa,
“aneh loe, di tanya malah balik tanya…”keluh shila, sejenak kiki pun melirik kea rah kiri dimana vano berada dan di sebrang tampak vano yg terus menatapnya dan saat ia tau kalau kiki melirikya ia hanya tersenyum bangga, dan melihat vano tersenyum reflesk kiki pun membuang muka.
Autor prov end
Istirahat
Kiki prov
“ki kita ke sana yuk,itu ada temen’’ gue,..”ajak shila saat ini kita berada di kantin
“hai, vika, dara…”sapa shila pd 2 orang cewek
“eh shila,..”balas cewek yg berambut pendek dan manis
“kenalin nih temen baru gue…”tambah shila
“kiki….”ucap ku dan menyalami mereka ber2
“dara..”
“vika..” mereka pun menyebutkan nama mereka masing’’ dan membalas tangan ku
“pindahan dr mana…”tanya vika
“dr Jakarta…”setelah puas berbincang’’ vika dan dara pun pamit untuk ke kelas
“eh kita duluan ya, ada bisnis…”pamit dara
“bisnis apaan…?”tanya shila
“biasalah masalah pr…”jawan vika sambil merengis dan segera berlalu bersama dara,
Kiki prov end
Vano prov
“van, kiki tuh…”ucap dika saat kita memasuki kantin
“mana…”balas ku sambil mngikitu telunjuk dika
“samper…”
“ye, baru aja mau gue suruh, udah nyamperin aja..”gerutu dika dan langsung mengikuti ku dan reno yg sudah dulu pergi
“hai, manisku imutku…”sapa ku yg lansung duduk di samping nya dan diikuti reno dan dika yg duduk disebelah shila dan ku lihat dia hanya membuang muka dr gue
“kayaknya kita harus selesain misi kita semalem dech..”ucap ku yg mengingatkan akan kejadian semalem
“misi…misi apaan…”tanya shila
“loh emangnya kiki nggak cerita sama loe,…”tanya ku dan shila hanya membalas dg gelengan
“tadi malam itu kita hampir aja ci…..arrrgghh”ucapanku pun terputus karna lagi’’ kiki menginjak kakiku, hobi bener nih cewek
“eh…loe kenapa sih hoby banget nginjek kaki gue… belum sembuh nih yg semalem malah loe tambain…”omel ku
“makanya kalau ngomong jngan ngasal..”gerutu kiki
“gue nggak ngasal, itu kan emang terjadi kan, dan sebaiknya kita terusin deh, nanggung tau ki, padahal kan tinggal dikiiiit aja…”ucap ku tanpa dosa sambil mengusap bibirku dg ibu jari
“nggak dan nggak akan pernah…!” balas kiki
”sebenernya kalian ngomongin apa sih…? Gue jdi bingung,…”ucap shila yg dr td hanya menjadi penonton setia bersama dika dan reno
“sama gue juga binggung…”tambah reno dan disusul anggukan dr dika
“emang td malam kalian ngapain…”tanya dika
“kita tu…” dg cepat kiki menyambar ucapan ku
“semalem kita maen basket dan dia kalah telak, eh dia nggak terima dan minta di lanjutin…”jawab kiki ngasal dan gue hanya menatapnya bingung,
“apa, loe kalah main basket lawan kiki….”tanya reno tak percaya karna dr pengetauannya gue paling jago maen basket
“hah, ngg…”melihat ku hampir mengelak kiki pun kembali menginjak kakinya dan memelototiku, tp nggak tampak seperti sedang melotot, hahaa, makin imut aja nih cewek, walau matanya seperti panda tetep aja kalau ketawa akan hilang tuh mata
“nggak salah,,,iya nggak salah…”aku pun nyerah dan kiki pun hanya senyum kemenangan, tp setelah ini pasti akan menjadi senjata makan tuan, loe tunggu aja cewek manis
“hebat…hebat,”puiji dika sambil geleng’’
“ayo dong ki… lanjutin…”pinta reno
“iya ki, gue mau liat loe ngalahin vano”tambah dika
Vano prov end
Kiki prov
“iya ki, gue mau liat loe ngalahin vano”tambah dika
“mampus gue, mana gue nggak bisa main basket lagi…”pikirku dalam hati
“emmm nggak ach gue capek…”elak ku dan saat kulirik vano ia malah senyum’’ nggak jelas
“yah ki, ayo donk….?”tambah reno
“ayolah ki, biar mereka tau kehebatan loe…”tambah vano lbih tepatnya ngeledek
“pokoknya nati pulang sekolah kalian harus duel…titik…”ucap reno penuh penekanan
“udah ki terima aja…” aku pun makin sebel sama shila bukanya ngebantu malah nambain
Kiki prov end
****
Vano prov
Pulang sekolah pun tiba, dika dan reno pun antusias untuk melihat duel antara kiki dg
“gue tau sebenernya loe nggak bisa main basket…”ledek ku, dan dia hanya memasang muka cemberut, makin imut ajasih dia
“gue,,,gue…”
“udah nggak usah alesan, siapa suruh pake boong segala, kalau loe biarin gue ngaku kan nggak kayak gini….?”
“kalau gue biarin, malah lebih parah dr ni…”gerutu kiki
“la sekarang gimana….senjata makan tuan kan….?”ejek ku
“ah loe, ngejekin gue mulu…”
“haha, makanya klo cari alas an tu yg sesuai dg kemampuan loe…?”
“ye…kan nggak mungkin gue bilang kalau loe kalah lomba dandan,…”
“kenapa nggak mungkin…”
“ya karna loe lach, masak loe dandan…kan nggak mungkin….”
“ternyata loe perhatian juga ya sama gue….”
“heh, ngaco…”
“walaupun loe nggak ngaku, tak apa lach,… dan sebagai ungkapan terima kasih gue, gue akan bantu loe..ok..”
“bantu, gimana caranya dodol, orrang sebentarlagi di mulai, noh ke 2 temen loe udah datang dan udah bawa bolanya….”sambil menunjuk dika dan reno yg menghampirinya membawa bola
“tenag, nanti loe tinggal drible tuh bola, ke depanya biar urusan gue…”mendengar penjelasan vano kulihat kiki pun sedikit mikir
“jangan’’ loe nggak bisa drible bola…”tebak ku ngasal
“bisa kok, Cuma masukin bola ke ring aja gue nggak pernah berhasil…”
“makanya tinggi dikit donk…”ejek ku dan kiki pun manyun “tumbuh tu keatas, kalau nggak ke samping, lah ni ke atas nggak, ke samping jugga nggak …”ejek ku, mulut kiki pun hampir terbuka membalas ejekanku tp dika dan reno keburu sampai di hadpan mereka
“kalian siap kan….?”tanya dika
“siap donk…”jawab vano enteng
“loe ki……..?”tanya reno
“udah dia mah siap…”sambar ku
“ya udah ayo…”ajak dika ke tengah lapangan dan kuikiti dan ku lihat kiki masih berdiri langsung aja ku tarih dia ke tengah lapangan
“kalian siap…”tnya dika selaku wasit
Dan
Priiiiiiiiit beluit pun berbunyi tanda permainan di mulai, kuambil bolanya dan mendribel melewati kiki dan memasukanya ke ring,ku lihat kiki sedikit tercengan(????) melihat ku dg gampangnya memasukan tuh bola sedangkan ia belum pernah masukin tuh bola,ku lihat ia semakin gugub saat ku lempar bola ke arahnya perlahan ia mendrible tuh bola melewati ku
Dan
“bruuuuk….?”tubuhnya dg sempurna menyentuh tanah dan ia mengerang kesakitan pd pergelangan kakinya
“aaaaa, aaa sakit…”rintih kiki dan melirik gue yg berdiri di hadapanya dan gue pun hanya nyengir, maaf ki gue nggak maksud, buat loejatuh beneran, gue Cuma mau bikin loe pura’’ jatuh supaya permainan ni nggakdi lanjutin,
“ada apa…?”tanya reno
“temen loe tuh…”
“loe nggak ati’’ sih…”potong ku dan kiki hanya mangaap tanpa suara
“aaaaaaa, sakit dodol..”pekik kiki saat kusentuh pergelangan kinya
“sory…sori..”
“kayaknya terkilir dech, kita lanjutin lain kali aja ya,…”pinta ku
Vano prov end
Kiki prov
Kini gue tau maksud dia menjegal kakiki tadi, apa ini yg namanya per tolongan # gimana pembaca..#
“yaaah..”desah dika dan reno
“apa loe tega, kakinya kiki tu terkilir…”tambah vno
“iya dech…”balas reno
“ya udah ki ayo naik ke punggung gue, biar gue antar pulang….?”tawarnya dan jongkok membelakangi ku
“hah…enggak…”tolak ku cepat
“udah ayo…”paksa vano
“nggak…”tolak ku lagi dan kuliat vano mengisyaratkan ke 2 temenya untuk membantunya dan temenyapun lansung menurutinya
“apaan sih…?” omel ku karna dg tidak sopan dika dan reno menarik tangaku dan mendaratkan tubuhku di punggung vano bermaksut ingun bangkit tp vano terlebih dahulu berdiri dan aku pun hanya pasrah
“gila, kecil…kecil berat juga loe…”ejeknya
“itu MLDL…..”balas ku sewot
“apaan tuch…”
“masalah loe derita loe….”
“sialan loe,..”
“gue nggak yakin kalau tadi loe itu bantuin gue…nyelakain gue sih iya…”
“sebenernya sih gue Cuma mau bikin loe jatuh aja sih trus bilang kalau loe terkilir atau apalah, tp loe nya aja yg jatuhnya lebay, makanya terkilir beneran…”jelas nya yg membuat gue menoyoor (?????)kepalanya
“ya loe nya jegal kaki gue, gimana nggak jatuh, nggak bilang’’ lagi, kalau loe bilang kan gue bisa persiapan…?”
“sejak kapan jatuh butuh persiapan…., sampe nih, loe pulang bareng gue, masuk…”ucap vano sambil menurunkanku dan mengisyaratkan untuk memasuki mobilnya
“nggak gue bi…”sebelum menyelesaikan ucapanku, terlebih dulu vano mendorongku masuk kedalam mobil dan menutupnya. Setelah masuk dan memasang sabuk pengaman ozy tak menjalankan mobilnya dan malah menatp ku, dan yg gue pun dikit salting dan makin salting saat tiba’’ vano mulai mendekatiku
“kumohon jangan lagi..”desahku dalam hati, dg kakiku yg terkilir mustahil gue bisa kabur, vano pun semakin dekat
Dan……
Bersambung….
‘maaf ya kalau hentinya di saat ygtak tepat, soalnya ada panggilan alam, tunggu aja di part berikutnya dan temukan kelanjutanya ooowkeehh…
Lagu penutup : Sammy Simorangkir-dia