Posted by : Unknown Sabtu, 18 Januari 2014

Cliiiiink……. Part 5 datang… Tak terasa sudah part 5 aja nih cerpen, sempet macet di tengah jalan, tp untunglah tuh ide kembali nyangkut, kalau nggak bkan berabe, siaga 4 kan, penulis sudah nggak bisa ngomong apa’’ lagi, takutnya nih ide ilang lagi kalau sudah gitu siapa yg mau tanggung, hayooo,,,siapa..nggak ada kan, makanya kita langsung ke cerita…cekidot…. Lagu pembuka : sm*sh-gadisku “kumohon jangan lagi..”desahku dalah hati, dg kakiku yg terkilir mustahil gue bisa kabur vano, pun semakin dekat Dan…… “loe mau apa sih…”tanya ku gugub sambil mendorong tubuh vano menjauh dr ku Kiki prov end Vano prov Ku lihat ia hanya diem, dan tdk memakai sabuk pengamanya padahal gue mau menjalankan mobil, maksuh hati mau berbaik hati dg memasang sabuk pengamanya, “loe mau apa sih…”tanyanya sambil mendorongku, dan kulihat mukanya yg merona merah, gue pun mulai ngerti apa yg ia fikirin “kesempatan nih buat ngerjain lagi..”pikirku dalam hati “loe piker gue mau apa…”kulontarkan pertanyaan itu lagi, kiki pun hanya diam karna mungkin nggak tau mau ngomong apa, karna nggak mau ambil resiko akhirnya gue pun nyerah untuk menggoda cewek yg ada di sampingku itu, padahal niatku kan nggak mau ngelakuin ITU.(????) bisa’’ ia ngambek dan nggak mau di antar pulang lagi. “ok…ok….kalau emang loe nggak mau dipasangin, yaudah buruan pasang tuh sabuk pengamanya…gue nggak mau ambil resiko…”ucap ku sambil melirik kiki yg masih terdiam Vano prov end Aotor prov “heh…”desah kiki, ternyata yg ia pikirin salah, #wah kiki mikir yg nggak’’ ternyata,# “kok malah diem, mau gue pasangin….?”goda vano karna melihat kiki hanya terdiam, ngelamun lebih tepatnya “hah…nggak…”saut kiki cepat setelah tersadar dr lamunanya dan dg cepat memasang sabuk pengamannya. Dan vano pun mulai menjalankan mobilnya dan meluncur ke rumah kiki, di perjalanan hening, itulah suasanya dr mereka td ada yg membuka suara tp vano ttp CCP pd kiki yg hanya melihat jalanan yg mereka lalui, emangnya jalanan lebih menarikya dr pd vano, itulah yg vano pikirin saat melihat kiki lbh memilih liatin jalanan dr pd ngomong dg nya “loe kok diem aja sih…?”akhirnya vano pun angkat bicara “kalau loe masih marah sama gue, setidaknya loe tunjukin donk di mana arah ke rumah loe….?”tanya vano krn binggung mau ke mana “ow…. Nanti ada pertigaan belok kiri trus, ada perum graha indah, masuk aja….”jelas kiki dan vano pun mengangguk paham, hening pun kembali melanda mereka “yg mana nih…?”vano pun kembali angkat bicara “emmmm bentar…..tuh rumah warna biru…”sambil menunjuk sebuah rumah berlantai 2 berwarna biru dan vano pun menghentikan mobilnya tepat di depan rumah tsb. Dan ketika ia mau turun setidaknya membukakan pintu untuk kiki atau malah membantu kiki berjalan Autor prov end Vano prov “eiits, loe disini aja, gue bisa sendiri…”cegah kiki “tp kaki loe kan…” “gue nggak papa, sebaiknya loe pulang, dan trimakasih….”ucap kiki yg kemudian membuka pintu dan keluar, melihat nya berjalan dg pincang sungguh gue tak tega, alhasil gue keluar dan tak menghiraukan perkataan kiki barusan “eh,,,eh, loe mau apa…? Kan udah gue bilang loe pulang aja…”protes kiki saat tiba’’ ku hampirinya dan membantunya “udah gue bantuin, setelah loe masuk rumah baru gue pulang…”jelas ku “nggak…loe pulang nggak…?”usirnya “iya gue pulang tp nanti setelah ini…”sambil terus menuntun nya “nggak…sekarang…”tambah kiki tegas dan berpegangan pd pagar, agar gue tak terus menuntunya, ada’’ aja kelakuan nih cewek, untung loe cewek yg gue suka kalau nggak udah abis loe “loe keras kepala banget sih….?”geram ku “ loe pulang nggak sekarang,,,,! kalau nggak gue nggak mau kenal sama loe….”ancam kiki dan gue pun hanya memandangnya “pulang nggak…?”tegas kiki “ok..ok gue pulang…..?”gue pun nyerah dan berbalik menuju mobil dan melajukan mobilku, setelah beberapa meter ku hentikan mobilku dan melihat kiki dg bantuan spion, saat dia sudah pasti masuk rumah baru lah gue bener’’ pulang Vano prov end *** Autor prov end Pagi harinya kiki pun masuk sekolah, walau tantenya menyuruhnya istirahat dulu di rumah ia ttp ngotot sekolah krn ada ulangan kimia di jam pertama ini, dg terpincang’’ ia menyusuri koridor sekolahnya dan makin membuatnya kesal adalah ia harus menaiki tangga, karna memang kelasnya berada di lantai 7, lantai paling atas, makin berat aja deritanya, untuk menaiki satu tangga aja ia membutuhkan waktu 10 menit apalagi 6 tangga, “teeeet…teeeeeet..”bel tanda masuk pun bunyi tp ia masih berada di lantai 3 “kalau gini bisa telat nih….?”keluhnya tp tiba’’ dr belakang ada yg mencoba menggendongnya dan setelah nenggok ternyata vano Autor prov end Vano prov Saat ku dengar bel sudah berbunyi, gue langsung tancap gas ke kelas tp di tangga gue lihat cewek pujaan gue sedang berusaha menaiki tangga “udah tau kakinya sakit masih masuk aja..”gerutuku dan langsung menghampirinya dan bermaksut mau menggendongnya “ehh, mau ngapain loe…?”cegah kiki “gue Cuma mau bantu loe, loe kesusahan kan buat naikki tangga…”jelas ku “tp nggak harus gendong gue juga kan…?”tanya kikki tp lbh tepatnya pernyataan “truss….” “loe boleh bantu gue tp pliss jangan pakai gedong’’an segala…”jelas kiki dan gue pun menuruti dan memilih memapah kiki bejalan menaiki tangga, setiap pasang mata yg mereka lewati terus menatap kami dg tatapan yg sinis di tambah bisikan’’ kpd sesamanya, tp gue tak menghiraukanya sedangkan kulihat kiki memang sedikit risih dg pemandangan itu, pemandangan yg tak jauh berbeda pun juga kita jumpai di dalam kelas sejak kami muncul dr pintu sampai tempat duduk kiki semua mata terarah kpd kami, tp lg’’ gue hanya cuek bebek aja. Jam pertama pelajaran kimia, tp mereka dapat kabar kalau gurunya tak datang “huuuuu, nggak jadi ulangan…?”teriak salah satu siswa dan disusul sautan’’ drsiwa’’ lain Vano prov end Kiki prov “hah nggak jadi ulangan, kalau tau gini mending gue di rumah tidutan kan enak..”gerutuku dalam hati “yeeeee nggak jadi ulangan, “teriak shila “loe kenapa manyun ki…”tanyanya “siapa juga yg nggak kesel, kalau taun ggak jadi ulangan mending nggak usah masuk ja, kan lumayan buat mulihin kaki gue,” “oh ya, kok bisa sih loe jatoh..” “tanya aja tuh sama pelakunya…” “siapa…” “tuh…..”jawabku sambil melirik vano yg entah dr kapan sedang melihat ke arahku “vano maksudnya…” “hem…bag…” “sekali lagi loe tanya gue sumpelin mulut loe pakek kaos kaki…”ancam ku Kiki prov end Autor prov untuk menghilangkan kejenuhanya ia mengeluarhan hpnya dr dalam tasnya dan memainkanya. “kiki gue mau cerita donk…”pinta shila yg baru aja membalikan tubuhnya menghadap kiki “hemm”jawab kiki terkesan singkat “kemaren rendi tembak gue ki, itu lho rendi temen les gue yg dulu prnah gue certain ke loe….?” #anggap aja shila sudah cerita..# “tp karna gue lg sebel sama dia jd gue tolak tuh,,,,,?” “yaaahhhh..”desah kiki dg masih memusatkan pandanganya kea rah hpnya “kenapa ki, pasti loe sayang ya gue nolak rendi, sebenernya gue juga gitu sih ki, setelah gue fiki’’ kok gue nyesel ya nolak dia…?” “apa sil, loe nolak siapa…”tanya kiki yg terkesan aneh di telinga shila “tadi kan gue udah cerita…” elas shila “cerita…? Cerita apaan…?”tanya kiki “emang tadi loe nggak dengerin gue….” Kiki hanya menggeleng “trus…”ucap shila yg langsung merebut hp di tangan kiki dan setelah di lihta betapa kaget dan marahnya shila setelah membaca 2 kata yg ada di layar hp kiki yaitu “GAME OVER” (????) “BRUUUK….” Shila pun berdiri sambil menggebrak meja membuat kiki terkaget dan hanya memasang muka shock nya dan tak hanya kiki yg kaget tp seluruh isi kelas yg tampak melihat kea rah kiki dan shila “JADI DR TADI LOE NGGAK DENGERIN CERITA GUE DAN MALAH ASIK MAIN GAME…!!!!” teriak shila yg kelihatan sangat marah “DAN TADI LOE BILANG YAH, BUKAN KARNA LOE SAYANG GUE NOLAK RENDI MALAH KARNA GAME OVER” dan membuat seluruh isi kelas cekikikan dg ulah 2 orang ini “GLEEK” kiki hanya bisa menelan ludah mendapati shila segitu marah pd nya tp ia juga belum tau kesalahanya apa setelah berteriak shila pun bermaksut keluar kelas meninggalkan kiki yg masih asik dg muka cengonya “shila….?”cegah kiki dan shila pun menghentikanlangkahnya “kenapa…”tanya shila “loe mau pergi…?” “iya,,, gue mau pergi, kenapa loemau cegah gue, loe mau minta maaf, udah telat gue terlanjur marah sama loe…”sungut shila “nggak, kalau loe mau pergi…jangan bawa hp gue donk…, gue belum menyelesaikan permainan gue sayanga tau tinggal level terakhir…”jelas kiki karna shila masih menggenggam hpnya dan membuat shila makin jengkel pd temenya yg satu ini dan tampak beberapa siswa ngakak dg kenarsisanya shila, shila segera meletakkan hp kiki di atas meja dan langsung melongos pergi “gue salah ngomong ya…”desah kiki lirih sambil menggaruk’’ kepalanya yg tak gatal, maksut hati ingin menyusul shila ia tau kalau sekarang shila pasti sangat marah pdnya tp dg keadaan kakinya sekarang kayaknya nggak munggkin dech, ia pun memilih melanjutkan permainanya, sedangkn shila yg masih ngondok memilih ke kantin atau perpus, di sana ia bisa menenangkan fikiranya “orang curhat bukanya di dengerin malah main game…sahabat macam apa tuh…..”gerutu shila sambil memilh’’ buku. Bersambung….. Haduh……macet lagi…..macet lagi……. Ya gini dech jika baca cerpen dr penulis amatiran, jdi putus nyambung- putus nyambung, di maklumi aja ya….tunggu di part selanjutnya….dada…….. Lagu penutup : syahrini-semua karna cinta

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © WULAN CHUBBY'S BLOG - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -