Posted by : Unknown Sabtu, 18 Januari 2014

Tes…tes….tes… Eheem….eheeem… 1…2…3… tes… Ok semua sudah siap, apa pembaca sudah siap…. Pastinya…..,mulai di part 6 ini akan terjadi banyak konflik nih, seru,,,pastinya….apa sudah siap…….ARE YOU READI……..???? jawab donk……. ARE YOU READI……. Lagu pembuka iu : someday Autor prov Hujan datang dg begitu deras bertepatan dg berakhirnya jam pelajaran di sma nusa kembang, “huft…hujan lagi…mana nggak bawa mobil lagi….”desah shila, ia pun segera merogoh sakunya mengambil hp nya berniat menghubungi kakaknya untuk menjemputnya, tp yg di carinya tdk ada di tempat, dan ia segera mencari di tas ranselnya, tp hasilnya nihil hpnya entah kemana, “mampus gue…..”sambil menepuk jidatnya, ia pun mengingat’’ dimana meletakkan hpnya, “perpus….iya…disana….!!” setelah ia ingat akhirnya ia pun berlari ke perpus berharapperpus tak tutup “untung belum tutup…”desahnya setelah tiba di perpus, karna mendung perpus pun dalam keadaan gelap dan kebetulan juga lampu padam jadi shila harus berkosentrasi mencari hpnya di ruangan yg gelap gulita ini. “di mana sih…..?”desahnya sambil meraba’’ meja dan “ini dia…..”desahnya setelah menemukan hpnya tp ia tiba’’ ia mendengar orang mengunci pintu dan shila pun panikkarna ia terkunci di ruang perpus sendirian dg ruangan yg gelap, apalagi ia paling takut dg kegelapan apalagi di tambah dg petir yg menyambar makin membuat shila merinding dan meneteskan airmata, hanya untuk mengecek pintu apakah beneran terkunci dia saja tak berani ia memilih duduk sambil memeluk lututnya dan menangis, ia pun memencet’’ hpnya dan menghubungi seseorang “kakak…..angkat donk….tolong shila…..” ia mencoba menghubungi kakaknya tp tak kunjung di angkat, ia pun melihat nama kiki di layar hpnya, ia pun sedikit ragu mau menghubungi kiki karna ia masih gondok dg kiki “bodo ach…yg penting dia bisa bantu gue…” ia segera menghubungi kiki “halo…ada apa shil..”jawab suara dr sebrang “kiki…tolongin gue…gue takut…hiks…hiks…hiks…”pinta shila “loe kenapa, kok nangis…” “kiki gue kekunci di perpus, disini gelap…gue takut….tolongin gue…..?” “haah…. Kok bisa…” “udah nanti aja gue jelasin, cepetan ke sini…tolongin gue please…….” “iya…iya loe tenang…. Gue kesana sekarang ok…” shila pun menutup telfonya tak berapa lama ia mendengar suara langkah kaki mendekatinya “kiki….”pikirnya dalam hati dan ia langsung beridiri setelah melihat bayangan orang tsb I segera menghampiri dan memeluknya “kiki…..gue takut di sini….makasih udah tolongin gue…..”ucap shila masih memeluk orang tsb dan sedikit merasa aneh dg orang yg di peluknya “loe kiki kan…”tanya shila memastikan sambil melepas pelukanya “bukan…”jawab orang tsb, dan betapa kagetnya waktu ia mendengar suara itu, terlebih itu suara seorang cowok “trus…..loe siapa….?”tanya shila panic dan mengarahkan hpnya ke muka orng tsb dan “aaaa….. setan….”teriak shila sekenceng’’nya “setan..setan…enak aja gue orang tau…”protes tuh orang “orang…..siapa…..?”tanya shila “gue reno…..loe….” “reno,…. Gue shila, ngapain loe disini…” “tidur….?” “tidur….” “ya, karna gue nungguin vano yg lg ada urusan, gue tidur disini…” “trus yg ngunci tuh pintu…?” “oh pintu itu, ya… gue yg ngunci biar nggak ada yg ganggu gue, karna gue denger ada orang nagis aja makanya gue ke sini, ternyata loe…..?” “ ya udah buka dong pintunya, horror nih…”pinta shila, dan reno segera meraih tangan shila yg terasa dingin akibat ketakutan menuju piuntu dan membuka pintu tsb “shila….”panggil kiki dr kejauan dg jalan yg masih pincang “kiki…..”balas shila “loh loe kok sama reno di perpus…?” “iya nih, ternyata dia yg ngunci pintunya….” “kok bisa,..” “tau katanya sih tidur…?” “hehe….dr pd bowriing nungguin vano mending gue tidur kan…”bela reno “trus loe sendiri ngapain sampai kekunci…?” “nih…..hp gue ketinggalan….?” “sama aneh kalian…”desah kiki Autor prov end Kiki prov Malam ini entah kenapa kegalauan melanda ku, jika mengingat ttg kehidupan orang tuaku yg pisah dan aku harus tinggal dg tante, apalagi jika mengingat statusku, tak terasa bulir’’ air membasahi pipiku “mamah…papah…kiki kangen…. Kenapa kita harus terpisah seperti ini……?”desahku, ditengah tangisku hpku berdering dan tertera nomor yg tak ku kenal, “halo…?”sapa ku tak semangat “ternyata firasat gue benerya kalau loe sedang nggak baik’’ aja….”ucap sang penelfon, dan gue tau persis suara itu “dr man aloe dpt noe gue…..?” “aduh…non, tenang donk…..main nyamber aja….” “da pa sih malem’’ ganggu…..” “em….ga’ enak nih ngomong di telfon, loe liat di jendela loe dech….?” Pinta vano dan aku pun menurutinya ku lihat ke deket jendela dan mendapati vano yg bersandar di mobilnya dan melambaikan tangan ke arahku. Kiki prov end Vano prov Entah kenapa gue selalu mikirin kiki,gue merasa sekarang ia sedang sedih, karna makin penasaran ku sambar kun ci mobil dan melaju ke rumahnya, di perjalanan gue mencoba menghubungu shila sahabatnya untuk meminta nomor kiki. “halo shil gue boleh minta no kiki nggak..” “no kiki… buat apa,..” “ya, Cuma pengen nelfon dia aj, boleh ya….”bujukku “gimana ya van, loe tau sendirikan sikap kiki ke loenya gimana, nanti kalau dia marah am ague gimana…” “urusan itu biar gue aja yg ngurusin, dan gue nggak akan bilang gue dapet no nya dia dr loe kok, kasih ya,..” “ya udah dech, catet ya, 08xxxxxxxxxxx,. Udah kan..” “dah makasih ya shil..” “ok..”panggilan ku pun terputus, setelah sampai di depan rumahnya langsung aja gue telfon “halo…?” ucapnya dan terdengar ia tak semangat “ternyata firasat gue benerya kalau loe sedang nggak baik’’ aja….”ucap ku “dr man aloe dpt noe gue…..?” ternyata dia sudah tau gue siapa, “aduh…non, tenang donk…..main nyamber aja….” “da pa sih malem’’ ganggu…..” “em….ga’ enak nih ngomong di telfon, loe liat di jendela loe dech….?” Pinta ku dan beberapa saat ku lihat ia membuka jendelanyadan segera ku lambaikan tangan. “ngapain sih loe…” “udah lo eke sini aja dech, nanti gue jelasin…?”suruhku, setelah menunggu beberapa saat ku liat dia keluar, dan firasat gue memang benar dia keluar dg mata agak sembab “tuh kan…loe abis nagis kan… berarti firasat gue emang nggak salah….” “firasaat apaan,…..?” “di rumah gue ngerasa kalau loe itulg sedih, makanya gue kesini, dan terbukti kan kalau loe lg sedih…” “sok tau loe…” “bukanya sok tau tp itu firasat gue ke elo….” “terserah loe lach…” “mending ikut gue yuk, di jamin loe pasti aka ceria lagi, gue juga nggak keberatan kalau loe mau curhat sama gue….” “kemana….” “udah ayo…”sambik mendorong kiki memasuki mobilku. Di dalam mobil suasana punberubah menjadi hening gue maupun kiki pun tdkberani memulai pembicaraan,sibuk dg pemikiran sendiri. Sampai kita sampai disebuah taman dan ku parkirkan mobilku dan keluar dan melihat kiki yg masih ngelamun, Vano prov end Kiki prov “ayo turun……?”ucap vano sambil membuka pintu buat ku,dan gue sedikit binggung tba’’ kita sudah sampai di sebuah taman yg menurutku lumayan indah tp sangat sepi. “heh…udah sampai…?”ucap kudan keluar dr mobil “loe ngelamunin apa sih….. diem aja dr td…..”tanya nya “nggak papa kok, Cuma….”entah kenapa ingin rasanya gue menceritakan semua masalahnya pd vano, padahal kalau dgnya gue selalu jengkel dg sikapnya “gue ngggak keberatan kok nampung semua curhatan loe……?”ucap nya meyakinkan dan gue malah diam “ok…kalau loe nggak mau, mungkin loe belum percaya aja sama gue…..?” ucap nya karna ta’ mendapat reaksi dr ku Ku tarik nafas panjang dan “gue Cuma kepikiran sama orang tua gue…?”buka ku “kenapa mereka..”tanya vano “gue nggak tau kenapa tuhan menakdirkan hidup gue menjadi orang yg tidak diinginkan kehadiranya di dunia, apa lagi itu keinginan dr ortu kandung gue…..”tambah ku sambil menataplurus kedepan, sedangkan vano hanya menatapnya, tak mengerti dg apa yg kubicarakan “maksud loe,….” “asal loe tau, orang yg ngasuh gue bukanlah ortu kandung gue,”ucapan ku berhenti bertepatan dg mataku yg sudah tdk mampu menampun air yg sedari td sudah memaksaku untuk mengeluarkannya “kata mamah gue, dulu ada seorang mahasiswi yg datang ke rumah sakit di mana tempat mamah gue kerja, ia ingin menggugurkan kandunganya karna ia hamil di luar nikah dan kekasihnya tak mau tanggung jawab, dan itu brtepatan dg keinginan mamah gue yg sudah lama ingin mempunyai anak yg tdk segera terkabul, akhirnya mamah gue menawarkan kalau ia akan ngerawat wahasiswi itu sampai lairan dan bayinya di serahkan pd mamah gue, gue nggak lebih dr anak haram…”tambah ku yg sudah tak mampu menahan air mata lagi, Kiki prov end Vano prov Ingin sekali tangan ini mengusap air mata itu, hati ini tak rela jika melihatnya menangis, “tidak ada yg namanya anak haram, semua ada itu karna cinta ki, jadi loe nggak usah mengganggap diri loe anak haram..”hibur ku “nggak berhenti sampai di situ, setelah gue besar, entah kenapa gue sering lihat orang tua gue berantem, walau selama ini mereka selalu merawat gue gd penuh kasi sayang, tp dg melihat mereka berantem gue jadi benci banget sama mereka, dan ujungnya adalah perceraian dr mereka, setelah bercerai pun masalah tak kunjung selesai, mereka merebutkan hak suh gue, papah ingin membawaku ke belanda di mana bisnisnya berkembang, dan mamah gue ingin mengajak gue ke paris dan melanjutkan pekerjaannya sbagai dokter di sana, sampai tante gue bilang kalau dia yg akan ngerawat gue sampai lulus barulah setelah lulu gue harus milih mau ikut siapa, gue sungguh nggak sanggub milih, gue sayang sama mereka semua….” #siapin tisyuuu…# mendengar perjalanan hidupnya yg sangat pilu itu entak kenapa gue juga merasakan kepedihan dalam hatinya, tangan gue terulur untuk menghapus air matanya, tp ia segera menepisnya dan menghapus airmatanya sendiri “gue cengeng ya…..”tanyanya dan di tambah dg senyum yg menurutku senyum paksaan “wajar kali kalau loe nangis, gue aja yg denger aja hampir ikutan nangis…”canda gue, dan berhasil kini ku lihat ia tersenyum, tak di paksa lagi, “van gueboleh kan manggil loe dg nama ozy…” “ozy….kenapa loe nggak suka dg nama vano…?” “enggak nama loe kan fauzy nggak beda jauh dg ozy, dan ozy itu nama kelinci kesayangan gue yg gue kasih ke papah, boleh ya….?” “hahaaha, loe ada’’ aja sih , nggak papa deh moga aja dg nama ozy gue juga akan menjadi kesayangan loe…” “bisa jadi…” ku lihat ia menengok ke belakang dan seperti mencari sesuatu. Bersambuuuuung….. Haduhhh, udah habis tisyuuu berapa buk, kalau autor sih udah habis 10 pack waktu nulisnya. Udah dulu ya cuap cuapnya, di lanjut di part selanjutnya. See you…

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © WULAN CHUBBY'S BLOG - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -